FOTO: Kembali Dipaksa Mengungsi Oleh Israel, Warga Palestina di Gaza Bondong-Bondong Jalan Kaki Tinggalkan Timur Khan Younis Menuju Barat

Ribuan warga Palestina terpaksa meninggalkan tempat pengungsian di wilayah itu dengan membawa barang-barang seadanya.

Debby Restu Utomo
Oleh Debby Restu Utomo - Reporter
FOTO: Kembali Dipaksa Mengungsi Oleh Israel, Warga Palestina di Gaza Bondong-Bondong Jalan Kaki Tinggalkan Timur Khan Younis Menuju Barat
FOTO: Kembali Dipaksa Mengungsi Oleh Israel, Warga Palestina di Gaza Bondong-Bondong Jalan Kaki Tinggalkan Timur Khan Younis Menuju Barat (Merdeka.com)

Ribuan warga Palestina di Jalur Gaza kembali mengungsi meninggalkan daerah di timur Khan Yunis menuju barat. Foto: Bashar TALEB / AFP

Mereka dipaksa mengungsi oleh rezim zionis setelah tentara Israel mengeluarkan perintah evakuasi baru untuk beberapa bagian kota di Jalur Gaza selatan. Foto: Bashar TALEB / AFP

Mereka dipaksa mengungsi oleh rezim zionis setelah tentara Israel mengeluarkan perintah evakuasi baru untuk beberapa bagian kota di Jalur Gaza selatan. Foto: Bashar TALEB / AFP
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Perintah evakuasi ini merupakan bagian dari langkah-langkah yang diambil oleh militer Israel di tengah konflik yang sedang berlangsung antara Israel dengan Hamas Palestina. Foto: Bashar TALEB / AFP

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Warga yang terpaksa meninggalkan tempat pengungsian di wilayah itu membawa barang-barang seadanya. Foto: Bashar TALEB / AFP

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Mereka berbondong-bondong berjalan meninggalkan wilayah tersebut demi berusaha mencari perlindungan di wilayah yang dianggap lebih aman. Foto: Bashar TALEB / AFP

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Banyak di antara mereka yang mengungsi ke sekolah-sekolah, masjid, dan tempat-tempat penampungan darurat yang disediakan oleh organisasi kemanusiaan. Foto: Bashar TALEB / AFP

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Namun, tempat itu justru tak menjamin keamanan buat mereka untuk berlindung dikarenakan pasukan Israel masih menargetkan tempat-tempat tersebut dengan dalih melumpuhkan Hamas. Foto: Bashar TALEB / AFP

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Perintah evakuasi ini datang di tengah meningkatnya ketegangan dan serangan udara Israel di wilayah Khan Younis. Foto: Bashar TALEB / AFP

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Serangan udara dan tembakan roket telah menyebabkan kerusakan dahsyat dengan jumlah korban jiwa dan luka-luka yang terus bertambah. Foto: Bashar TALEB / AFP

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Sebelumnya, sedikitnya 100 warga Palestina di Gaza tewas pagi kemarin ketika serangan udara Israel menghantam sebuah sekolah di Al Daraj, sebelah timur Kota Gaza. Puluhan warga terluka dalam serangan itu. Foto: Bashar TALEB / AFP

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Dari sumber kantor berita Wafa, yang mengutip Middle East Monitor pada Sabtu (10/8/2024) lalu, jet tempur Israel telah melepas serangan udara ke sasaran sekolah itu ketika warga tengah melaksanakan salat subuh berjamaah. Foto: Bashar TALEB / AFP

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Serangan ini terjadi hanya beberapa jam setelah Amerika Serikat mengumumkan bersiap meggelontorkan dana sebesar USD 3,5 miliar ke Israel untuk pengiriman senjata dan peralatan militer AS dari USD 14.1 miliar yang disetujui Kongres April lalu. Foto: Bashar TALEB / AFP

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Menurut otoritas kesehatan hampir 40.000 warga Palestina tewas, terbanyak perempuan dan anak-anak, dan lebih dari 91.000 lainnya terluka sejak Israel mulai membombardir Gaza 7 Oktober lalu. Foto: Bashar TALEB / AFP

Organisasi kemanusiaan internasional pun telah menyerukan gencatan senjata dan akses kemanusiaan yang aman untuk memberikan bantuan kepada warga sipil yang terdampak. Mereka juga mendesak pihak yang berkonflik untuk menghormati hukum humaniter internasional dan melindungi warga sipil dari bahaya. Foto: Bashar TALEB / AFP

Organisasi kemanusiaan internasional pun telah menyerukan gencatan senjata dan akses kemanusiaan yang aman untuk memberikan bantuan kepada warga sipil yang terdampak. Mereka juga mendesak pihak yang berkonflik untuk menghormati hukum humaniter internasion
Dok. Istimewa

Sementara itu, upaya diplomatik untuk mencapai kesepakatan gencatan senjata terus dilakukan oleh komunitas internasional. Namun, hingga saat ini, belum ada tanda-tanda bahwa konflik akan segera mereda. Foto: Bashar TALEB / AFP

Sementara itu, upaya diplomatik untuk mencapai kesepakatan gencatan senjata terus dilakukan oleh komunitas internasional. Namun, hingga saat ini, belum ada tanda-tanda bahwa konflik akan segera mereda. Foto: Bashar TALEB / AFP
Dok. Istimewa
Rekomendasi