FOTO: Kisah Anwar, Penjahit Palestina di Gaza yang Ramai Didatangi Orang-Orang Kurus yang Kelaparan untuk Mengecilkan Ukuran Baju

Anwar Abu Keresh mengaku banyak menerima orderan para pelanggan kurus untuk mengecilkan pakaian mereka yang longgar.

Debby Restu Utomo
Oleh Debby Restu Utomo - Reporter
FOTO: Kisah Anwar, Penjahit Palestina di Gaza yang Ramai Didatangi Orang-Orang Kurus yang Kelaparan untuk Mengecilkan Ukuran Baju
FOTO: Kisah Anwar, Penjahit Palestina di Gaza yang Ramai Didatangi Orang-Orang Kurus yang Kelaparan untuk Mengecilkan Ukuran Baju (Merdeka.com)

Anwar menyebut banyak pelanggannya yang datang untuk mengecilkan ukuran pakaiannya akibat kelaparan.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Anwar Abu Keresh, seorang warga Palestina yang bekerja sebagai penjahit pakaian di Gaza mengaku banyak menerima orderan pelanggan yang mengecilkan pakaian mereka.

Jasanya sangat dibutuhkan karena banyak warga Gaza yang tubuhnya semakin kurus.

Jasanya sangat dibutuhkan karena banyak warga Gaza yang tubuhnya semakin kurus.<br>
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Hal ini yang menyebabkan pakaian mereka menjadi kelonggaran sehingga diperlukan jasa seorang penjahit, seperti Anwar Abu Keresh.

Jasa Anwar diperlukan bagi warga Gaza yang mengalami penurunan berat badan akibat kelaparan dan krisis makanan yang sampai saat ini masih melanda Gaza.

Jasa Anwar diperlukan bagi warga Gaza yang mengalami penurunan berat badan akibat kelaparan dan krisis makanan yang sampai saat ini masih melanda Gaza.<br>
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Dengan mesin jahit miliknya, ia bekerja mengecil ukuran pakaian para pelanggan agar sesuai dengan tubuh orang-orang Gaza mengalami penurunan berat badan.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

PBB mengatakan lebih dari satu juta orang sedang menghadapi tingkat kelaparan yang sangat besar di Gaza dan mengatakan terjadi kelaparan di beberapa wilayah di wilayah tersebut.

Pasokan bantuan ke wilayah tersebut anjlok sejak Israel memulai operasi militer di Rafah bulan ini.

Pasokan bantuan ke wilayah tersebut anjlok sejak Israel memulai operasi militer di Rafah bulan ini.<br>
Dok. Istimewa

"Kami sekarang memperketat pakaian karena kekurangan makanan, kekurangan air. Tidak ada yang bisa dimakan. Orang-orang hidup dari makanan kaleng," kata Abu Keresh dalam video yang diperoleh Reuters.

"Kami sekarang memperketat pakaian karena kekurangan makanan, kekurangan air. Tidak ada yang bisa dimakan. Orang-orang hidup dari makanan kaleng," kata Abu Keresh dalam video yang diperoleh Reuters.<br>
Dok. Istimewa

“Berat badan saya di atas 90kg. Dulu saya melonggarkan pakaian saya, tetapi sekarang saya harus mengencangkan pakaian saya,” kata wanita yang mengidentifikasi dirinya sebagai Um Alaa Abu Sameha.

“Berat badan saya di atas 90kg. Dulu saya melonggarkan pakaian saya, tetapi sekarang saya harus mengencangkan pakaian saya,” kata wanita yang mengidentifikasi dirinya sebagai Um Alaa Abu Sameha.<br>
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

"Bukan hanya kami yang mengalami penurunan berat badan. Cucu perempuan saya juga mengalami penurunan berat badan. Saya membawakan pakaian untuknya. Saya mengencangkan celana pendeknya untuknya." tambahnya.

Kondisi ini berawal dari serangan Israel terhadap Rafah yang terjadi sebagai bagian dari operasi militer zionis yang dipicu oleh serangan Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober lalu.

Kondisi ini berawal dari serangan Israel terhadap Rafah yang terjadi sebagai bagian dari operasi militer zionis yang dipicu oleh serangan Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober lalu.<br>
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Serangan itu membuat warga Gaza mengungsi ke selatan hingga ke kota terakhir yakni Rafah. Di kota itu lebih dari satu juta orang berlindung setelah terpaksa meninggalkan rumah mereka akibat perang.

Kebanyakan dari mereka kini telah mengungsi ke daerah pantai Al-Mawasi di luar Rafah dimana mereka tinggal di tenda atau gubuk.

Kebanyakan dari mereka kini telah mengungsi ke daerah pantai Al-Mawasi di luar Rafah dimana mereka tinggal di tenda atau gubuk.
Dok. Istimewa
Rekomendasi