FOTO: Situasi Mencekam saat Gengster Kuasai Haiti

Situasi di Haiti saat ini sangat mencekam karena dikuasai oleh gengster bersenjata.

Debby Restu Utomo
Oleh Debby Restu Utomo - Reporter
FOTO: Situasi Mencekam saat Gengster Kuasai Haiti
FOTO: Situasi Mencekam saat Gengster Kuasai Haiti (Merdeka.com)

Para gengster menggunakan senjata untuk mengendalikan wilayah dan mengancam keamanan penduduk.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Situasi negara Haiti semakin kacau sejak gangster bersenjata mengambil alih sejumlah wilayahnya.

Belum lama ini mereka juga menyerbu penjara dan mencoba menguasai bandara utama internasional Haiti pada Senin (4/3/2024) lalu. Foto: REUTERS / Ralph Tedy Erol

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Bentrokan antar geng bersenjata dengan polisi dan tentara pun sempat berlangsung mencekam .

Hingga baku tembak antar keduanya pun terjadi di Port-au-Prince, Haiti. Foto: REUTERS / Ralph Tedy Erol

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Peristiwa itu terjadi hanya beberapa jam, setelah anggota geng bersenjata menyerbu dua penjara terbesar di Haiti dan melepaskan hampir 4.000 narapidana. Foto: REUTERS / Ralph Tedy Erol

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Di tengah kekacauan itu, PM Haiti Ariel Henry menghilang sejak pecahnya kekerasan terbaru yang terjadi pada pekan lalu. Dia memilih bungkam saat terbang dari Amerika Selatan hingga Afrika, tanpa tanggal kepulangan yang jelas. Foto: REUTERS / Ralph Tedy Erol

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Kekacauan itu membuat Haiti, mendeklarasikan status darurat nasional dan memberlakukan jam malam untuk memulihkan ketertiban yang ditandatangani oleh menteri keuangan, yang menggantikan tugas PM Henry selama melawat ke sejumlah negara. Foto: REUTERS / Ralph Tedy Erol

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Sementara itu, Jimmy Cherizier, mantan perwira polisi elite yang memimpin federasi geng  mengaku bertanggung jawab atas aksi anarki di ibu kota Haiti. Foto: REUTERS / Ralph Tedy Erol

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Ia mengatakan membuat kekacauan untuk tujuan menghalangi Henry kembali dan memaksanya mengundurkan diri dari jabatannya sebagai perdana menteri. Foto: REUTERS / Ralph Tedy Erol

"Tujuan kami adalah mendobrak sistem," tutur Cherizier, yang dikenal dengan julukan 'Barbecue' kepada wartawan dalam konpers dadakan di daerah kumuh di Port-au-Prince. <br>
© 2024 REUTERS

"Kami berjuang melawan Henry sampai titik darah penghabisan," ujarnya.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Akibat kekacauan ini, para warga berbondong-bondong membawa harta bendanya mengungsi mencari tempat yang aman. Foto: REUTERS / Ralph Tedy Erol

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Bentrokan itu juga meninggalkan kerusakan, di antaranya sejumlah kendaraan dibakar di wilayah Port-au-Prince. Foto: REUTERS / Ralph Tedy Erol

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Kelangkaan bahan bakar minyak juga terjadi di sejumlah SPBU hingga membuat antrean panjang kendaraan. Foto: REUTERS / Ralph Tedy Erol

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Warga saat mengungsi ke tempat yang aman dengan membawa barang-barang mereka dengan mobilnya ketika pemerintah mengumumkan keadaan darurat di tengah kekerasan, di Port-au-Prince, Haiti. Foto: REUTERS / Ralph Tedy Erol

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Seorang pria memeriksa kondisi mobil yang dibakar oleh geng bersenjata pada Senin malam di luar kantor sub-polisi Carrefour de l'Aeroport dari Kepolisian Nasional Haiti (PNH), di Port-au-Prince, Haiti. Foto: REUTERS / Ralph Tedy Erol

Rekomendasi