Restoran Cepat Saji Sudah Ada Sejak Zaman Romawi Kuno, Ini Jenis Makanan yang Dijual

Restoran cepat saji di zaman Romawi kuno biasanya dikunjungi orang yang tidak punya waktu untuk memasak.

Hari Ariyanti
Oleh Hari Ariyanti - Reporter
Restoran Cepat Saji Sudah Ada Sejak Zaman Romawi Kuno, Ini Jenis Makanan yang Dijual
Restoran Cepat Saji Sudah Ada Sejak Zaman Romawi Kuno, Ini Jenis Makanan yang Dijual (Merdeka.com)

Restoran Cepat Saji Sudah Ada Sejak Zaman Romawi Kuno, Ini Jenis Makanan yang Dijual

Di zaman modern ini, salah satu tempat makan yang populer adalah restoran cepat saji atau fast food. Berbagai merek restoran cepat saji waralaba bertebaran di kota-kota besar. Restoran cepat saji ternyata tidak hanya ada di dunia modern, tetapi di zaman kuno, restoran cepat sajin pun telah ada.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Dilansir Ancient Pages, orang-orang Romawi menyukai makanan lezat tapi mereka kerap malas mempersiapkan makan malam. Karena itulah mereka memilih makan di restoran cepat saji.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Bukan KFC atau McDonald, juga bukan Burger King. Nama restoran cepat saji terkenal di zaman Romawi kuno adalah Thermopolium.

Restoran Cepat Saji Romawi Kuno

Di Thermopolium, pelanggan bisa memesan makanan hangat dan juga beragam minuman. Orang-orang yang sedang kelaparan bisa mendatangi cabang Thermopolium dan segera mendapatkan makanan yang diinginkan.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Kata "thermopolium" (bentuk jamaknya thermopolia) berasal dari bahasa Yunani, artinya: tempat yang menjual makanan panas. Foto: Thermopolium di kota kuno Pompeii/Wikipedia

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Bentuk thermopolium atau desainnya itu biasanya berupa konter berbentuk L dan di atasnya ada lubang-lubang untuk meletakkan wadah makanan. Biasanya orang menikmati makanannya di luar ruangan karena dianggap sebagai salah satu aspek penting dalam sosialisasi. Foto: Public Domain

Makanan yang Dijual

Di thermopolium, harga makanan juga relatif murah. Jenis makanan yang dijual biasanya ikan atau keju yang dinikmati dengan roti. Sebagai makanan pencuci mulut, tersedia madu dan minumannya anggur pedas.

Untuk Kalangan Miskin

Thermopolium utamanya ditujukan untuk kalangan miskin. Karena tidak semua orang Romawi punya waktu untuk memasak di rumah. Banyak orang miskin Romawi tidak memiliki atau tidak mampu membangun dapur di rumahnya. Hal negatif dari thermopolium adalah banyak pengunjung yang teler dan mengabaikan tugas-tugasnya.

Orang dari kalangan menengah atas Romawi kerap menganggap buruk orang yang mengunjungi thermopolium. Tempat ini kerap diasosiasikan dengan gelandangan.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Arkeolog telah menemukan bekas thermopolia yang masih utuh di Pompeii dan Herculaneum. Foto: Wikipedia

Di Thermopolium di Asellina, Pompeii, arkeolog juga menemukan teko atau kendi dan sisa-sisa makanan, juga kendi yang masih berisi air. Arkeolog juga menemukan toples yang penuh koin atau uang logam yang diperkirakan hasil penjualan di thermopolium selama dua hari. Sumber: Ancient Pages

Rekomendasi