Markas Bulan Sabit Merah Palestina Diserang Israel, Satu Relawan Tewas

Serangan ini berlangsung dua hari setelah kunjungan utusan khusus Amerika Serikat, Steve Witkoff, ke posko bantuan yang didukung oleh AS di Gaza.

Teddy Tri Setio Berty
Oleh Teddy Tri Setio Berty - Reporter
Markas Bulan Sabit Merah Palestina Diserang Israel, Satu Relawan Tewas
Dalam beberapa pekan terakhir, tekanan internasional semakin meningkat untuk segera diberlakukan gencatan senjata antara Israel dan Hamas di Gaza. (Eyad BABA/AFP) (© 2025 Liputan6.com)

Bulan Sabit Merah Palestina (PRCS) menginformasikan bahwa satu anggotanya telah kehilangan nyawa dan tiga lainnya mengalami cedera akibat serangan yang dilakukan oleh pasukan Israel. Serangan ini menghantam kantor pusat PRCS di Khan Younis, Gaza, pada hari Minggu (3/8/2025).

Menurut laporan dari France24 pada hari yang sama, insiden tersebut menyebabkan kebakaran besar di lantai pertama gedung.

"Seorang staf PRCS gugur dan tiga lainnya mengalami luka setelah pasukan Israel menyerang markas kami di Khan Younis, menyebabkan api berkobar di lantai pertama," demikian pernyataan resmi PRCS melalui unggahan di platform X (dulu Twitter).

Sebuah video yang dibagikan oleh PRCS memperlihatkan momen awal serangan, di mana api melahap gedung dan lantai-lantai bangunan terlihat hancur berantakan dengan reruntuhan.

Serangan ini terjadi hanya dua hari setelah kunjungan utusan khusus Amerika Serikat, Steve Witkoff, ke sebuah posko bantuan di Gaza yang didukung oleh AS.

Kunjungan tersebut bertujuan untuk meninjau upaya distribusi bantuan pangan ke wilayah Palestina yang tengah mengalami kehancuran akibat konflik yang berkepanjangan.

PBB: Keadaan di Gaza Semakin Kritis

Serangan Israel di Markas Bulan Sabit Merah Palestina Tewaskan 1 Relawan, 3 Lainnya Luka
Dalam beberapa pekan terakhir, tekanan internasional semakin meningkat untuk segera diberlakukan gencatan senjata antara Israel dan Hamas di Gaza. (Eyad BABA/AFP) © 2025 Liputan6.com

Hampir dua tahun setelah terjadinya konflik besar, badan-badan PBB terus mengingatkan bahwa keadaan di Gaza semakin kritis dan mendekati situasi bencana kelaparan yang meluas. Serangan terhadap organisasi kemanusiaan bukanlah hal baru.

Pada bulan Maret lalu, delapan staf Bulan Sabit Merah, enam anggota Badan Pertahanan Sipil Gaza, dan satu staf Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) kehilangan nyawa akibat serangan udara Israel di bagian selatan Gaza, seperti yang dilaporkan oleh Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB (OCHA).

Konflik terbaru ini dipicu oleh serangan Hamas ke wilayah Israel pada bulan Oktober 2023, yang mengakibatkan kematian 1.219 orang, sebagian besar di antaranya adalah warga sipil, menurut data resmi yang dirilis oleh Israel.

Sebagai respons, serangan Israel di Jalur Gaza telah mengakibatkan sedikitnya 60.332 jiwa melayang, mayoritas merupakan warga sipil, berdasarkan catatan yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan Gaza yang diakui kredibel oleh PBB.

Rekomendasi