Penembakan massal mengguncang kawasan Midtown Manhattan, New York, pada Senin (28/07/2025) petang waktu setempat. Insiden tragis yang terjadi di dalam sebuah gedung perkantoran bertingkat tinggi itu menewaskan lima orang, termasuk seorang petugas Kepolisian New York (NYPD) dan pelaku penembakan. Lokasi kejadian merupakan gedung yang menaungi sejumlah lembaga keuangan ternama serta kantor pusat National Football League (NFL), menjadikan serangan tersebut menggemparkan warga kota.
Salah satu korban yang gugur adalah Didarul Islam (36), anggota NYPD yang dikenal sebagai sosok penuh dedikasi dan menjadi bagian dari komunitas Muslim di kota itu. Wali Kota New York, Eric Adams, menyampaikan penghormatan khusus atas keberanian Islam. "Dia menyelamatkan nyawa warga lain dengan mempertaruhkan jiwanya sendiri," ujar Adams, penuh haru.
Didarul Islam datang ke New York sebagai imigran dari Bangladesh. Ia memulai karier sebagai agen keamanan sekolah sebelum akhirnya bergabung dengan NYPD sebagai petugas patroli sekitar tiga setengah tahun lalu. Di tengah karier yang sedang menanjak, ia justru meregang nyawa dalam tugas.
Upacara perpisahan digelar penuh duka dan penghormatan pada Kamis (31/07), dengan ratusan pelayat memadati Masjid Jame Parkchester. Setelah dishalatkan, jenazah Didarul Islam yang dibalut bendera Amerika Serikat diiringi barisan panjang rekan-rekan sejawatnya dan warga setempat. Banyak yang mengenang Islam sebagai pribadi beriman, murah hati, dan pekerja keras. Islam meninggalkan seorang istri yang sedang mengandung anak ketiga mereka, serta dua putra yang masih kecil. Ia bertugas di kantor polisi wilayah Bronx sebelum kejadian tragis yang merenggut nyawanya.