Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), angkat bicara soal konflik bersenjata yang meletus antara Thailand dan Kamboja.
Melalui akun media sosial X resminya @SBYudhoyono, ia menyebut perang tersebut sebagai kemunduran serius bagi perjalanan sejarah ASEAN.
“Secara pribadi saya sangat bersedih. Terus terang, ini merupakan setback dari kisah sukses ASEAN sebagai model kerja sama regional yang sudah terbangun hampir 60 tahun,” tulisnya, dikutip Sabtu (26/7).
Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat ini mendorong para pemimpin ASEAN untuk segera bertindak. Ia menekankan pentingnya langkah cepat dan kepemimpinan yang efektif dalam meredam eskalasi konflik.
“Kita semua menunggu langkah cepat dan tepat ASEAN, termasuk kepemimpinan yang efektif,” tambahnya.
SBY juga mengingatkan bahwa konflik kedua negara bukan kali pertama terjadi. Ia bahkan sempat terlibat langsung dalam mediasi saat menjabat sebagai Ketua ASEAN pada 2011.
“Tahun 2011, saya melakukan peran mediasi ketika kembali terjadi kontak tembak antara Thailand dan Kamboja,” ujarnya.
Meski situasi saat ini memanas, SBY tetap optimistis jalan damai masih terbuka.
“Saya percaya konflik ini insya Allah bisa dicarikan solusi damai, sesuai dengan jiwa dan semangat Piagam ASEAN 2007,” pungkasnya.
Menyimak perkembangan situasi dunia minggu ini, termasuk dinamika di kawasan Asia, sebagai warga dunia saya ingin menyampaikan pandangan saya.
— S. B. Yudhoyono (@SBYudhoyono) July 26, 2025
Ada 4 isu global yang menjadi perhatian saya.
Pertama, situasi terkini di Gaza.
Kedua, pengakuan dan dukungan Perancis kepada…