Warga bermalam di stasiun metro bawah tanah sebagai tindakan pencegahan terhadap kemungkinan serangan rudal Iran, di Ramat Gan, dekat Tel Aviv, Israel, Selasa, (17/06/2025) malam. (AP/Oded Balilty)
Sekitar 1000 warga setiap harinya bermalam untuk berlindung dari serangan udara Iran di Stasiun Metro Bialik yang merupakan stasiun kereta bawah tanah di Ramat Gan, dekat Tel Aviv, Israel, Selasa, (17/06/2025) malam. Mereka bermalam sejak Jumat (13.06) lalu, semenjak serangan intensif rudal balistik Iran yang mampu menembus sistem pertahanan udara iron dome Israel. Setiap malam sekitar pukul 20.00 mereka datang ke stasiun, menyiapkan alas tidur dan selimut untuk membuat tempat yang nyaman melelapkan mata. Ketiadaan tempat perlindungan bom yang memadai memaksa mereka bermalam di stasiun bawah tanah yang berada di kedalaman 28 meter bawah tanah.
Warga bermalam di stasiun metro bawah tanah sebagai tindakan pencegahan terhadap kemungkinan serangan rudal Iran, di Ramat Gan, dekat Tel Aviv, Israel, Selasa, (17/06/2025) malam. AP/Oded Balilty
Warga bermalam di stasiun metro bawah tanah sebagai tindakan pencegahan terhadap kemungkinan serangan rudal Iran, di Ramat Gan, dekat Tel Aviv, Israel, Selasa, (17/06/2025) malam. AP/Oded Balilty
Warga bermalam di stasiun metro bawah tanah sebagai tindakan pencegahan terhadap kemungkinan serangan rudal Iran, di Ramat Gan, dekat Tel Aviv, Israel, Selasa, (17/06/2025) malam. AP/Oded Balilty