Ilmuwan Keliru, Fosil yang Dikira Manusia Tertua di Jepang Ternyata Bukan Manusia

Pada 1950-an, penggalian di dekat kota Toyohashi menemukan beberapa fosil tulang, termasuk tulang lengan atas dan sebagian tulang paha.

Pandasurya Wijaya
Oleh Pandasurya Wijaya - Reporter
Ilmuwan Keliru, Fosil yang Dikira Manusia Tertua di Jepang Ternyata Bukan Manusia
fosil di jepang (glassalmanac)

Fosil-fosil yang pernah dianggap sebagai manusia tertua kini telah diidentifikasi berasal dari beruang cokelat purba (Ursus Arctos) yang hidup di Jepang sekitar 20.000 tahun yang lalu.

Selama beberapa dasawarsa, sekumpulan fosil yang ditemukan di tambang Jepang diyakini sebagai bukti tertua keberadaan manusia. Namun, penyelidikan terbaru membalikkan fakta itu dengan mengungkap tulang-tulang purba yang ternyata bukan manusia, melainkan milik beruang cokelat prasejarah.

Pada 1950-an, penggalian di dekat kota Toyohashi menemukan beberapa fosil tulang, termasuk tulang lengan atas dan sebagian tulang paha.

Pada saat itu, kerangka ini dipuji sebagai penemuan penting yang diduga berasal dari 20.000 tahun lalu. Peneliti meyakini telah menemukan kerangka Homo Sapiens awal dan menandai hal yang kemudian dianggap sebagai pendudukan manusia paling awal di Jepang, demikian dilansir Glass Almanac, Jumat (4/4).

Keraguan akan penemuan tersebut muncul pada akhir tahun 1980-an. Dilakukan perbandingan anatomi dengan cetakan fosil lain, seperti “Man of Akashi”, menimbulkan keraguan. Beberapa peneliti beranggapan tulang-tulang itu mungkin milik hewan, meskipun buktinya tidak begitu meyakinkan.

Kini, berkat alat pencitraan canggih seperti pemindaian CT, tim yang dipimpin oleh Gen Suwa dari Universitas Tokyo mengidentifikasi penemuan tersebut dengan pasti.

Fosil-fosil yang pernah dianggap sebagai manusia kini telah diidentifikasi berasal dari beruang cokelat purba (Ursus Arctos) yang hidup di daerah tersebut sekitar 20.000 tahun lalu.

Identifikasi ulang ini memberikan implikasi signifikan bagi sejarah manusia purba Jepang, sekaligus membedakan antara sisa-sisa manusia tertua di Jepang yang kini jatuh ke penemuan lain.

Penemuan fragmen kerangka yang berasal dari 14.000 dan 17.000 tahun lalu ditemukan di Hamakita, di sepanjang pantai pasifik Jepang menjadi yang utama. Tulang-tulang ini diyakini berasal dari dua individu yang berbeda.

Terdapat juga jejak aktivitas manusia yang lebih tua yang telah ditemukan di Kepulauan Ryukyu, rangkaian kepulauan yang membentang antara Jepang dan Taiwan. Fosil dari pulau-pulau tersebut berusia hingga 32.000 tahun dan memberikan petunjuk menarik tentang pola migrasi awal dan orang-orang pertama yang menetap di Jepang.

Kesalahan semacam ini biasanya terjadi karena keterbatasan teknologi dan sampel yang tidak lengkap. Semakin kita mengandalkan alat-alat modern seperti pencitraan CT dan analisis DNA, semakin baik kita dapat membedakan fitur anatomi yang halus dan merekonstruksi masa lalu secara akurat.

Reporter Magang: Devina Faliza Rey

Rekomendasi