Seorang arkeolog asal Amerika baru-baru ini menemukan tembok lain yang tidak kalah besar dari Tembok Besar China yang dibangun lebih dari 2.000 tahun silam.
Gery Feinman, arkeolog yang bekerja di Museum of Chicago awalnya sedang berjalan-jalan untuk mencari potongan-potongan kecil tembikar di sekitar Provinsi Shandong, China Timur sekitar dua tahun lalu.
Alih-alih tembikar, Feinman malah menemukan tembok tanah dengan tinggi sekitar 4,5 meter. Berdasarkan pengetahuan yang ada, tembok itu diyakini sebagai bagian dari tembok besar awal yang berada di Shandong.
Tembok bernama "Qi" ini diperkirakan berasal dari sekitar tahun 500 SM. Sedangkan Tembok Besar China dibangun sekitar tahun 221 SM. Artinya, Tembok Qi telah ada berabad-abad sebelum kemunculan tembok besar China.
Advertisement
Panjangnya ratusan kilometer
Feinman mengatakan tembok itu membentang di sepanjang puncak pegunungan yang sangat terjal di Shandong timur. Kondisi jalurnya terpelihara dengan baik.
"Ini benar-benar membentang di sepanjang puncak yang lebih tinggi dari pegunungan yang sangat terjal di Shandong timur. Di bagian hulu lintasannya, itu (tembok) terpelihara dengan baik," menurut kesaksian Feinman.
Arkeolog asal Amerika ini kemudian menelusuri jalur Tembok Qi yang masih terpelihara dengan baik. Setelah dipetakan, tembok ini diperkirakan memiliki jarak yang bisa mencapai ratusan kilometer.
Orang China membangun tembok ini menggunakan teknik yang disebut "menabrak tanah".
Tanah berbutir halus dari ketinggian yang lebih rendah dibawa oleh para pekerja ke puncak pegunungan. Ton demi ton tanah kemudian dibuang di dataran pegunungan hingga menumpuk. Setelah itu, mereka memukuli tumpukan tersebut hingga menjadi sangat keras. Inilah proses pembuatan Tembok Qi yang mampu membuatnya bertahan selama 2.500 tahun.
Advertisement
Mencuri perhatian
Jika Tembok Besar China dibangun untuk mencegah penyerbu asing masuk ke dinasti, maka Tembok Qi dibangun sebagai pemisah antara negara bagian yang ada di dalam dinasti.
Sejarah mencatat seorang pemuda bernama Qin Shi Huang berhasil menaklukkan semua negara bagian pada 221 SM dan menciptakan Dinasti Qin. Namun, sebelum meninggal, Qin membangun Tembok Qi untuk menjadi penghalang antar negara bagian.
Penemuan ini mencuri perhatian penduduk di China. Mereka tertarik untuk menemukan Tembok Qi yang terancam hilang akibat banyaknya bangunan yang sedang dibangun di pedesaan China.
Sekarang, lajur Tembok Qi digunakan sebagai jalan tanah yang menghubungkan masyarakat desa.
Reporter magang: Yobel Nathania