Untuk pertama kalinya, arkeolog menemukan bukti busana tingkat tinggi sebelum adanya jarum.
Bukti tersebut adalah perkakas berbahan tulang yang permukaannya dipenuhi lubang bekas tusukan.
Perkakas ini ditemukan di situs dekat sungai di Gavà, Spanyol.
Sekitar 40.000 tahun lalu, manusia modern awal di Spanyol ingin memamerkan barang-barang dengan memakai pakaian yang menunjukkan pesona mereka.
Berdasarkan keinginan tersebut, terciptalah sebuah alat yang mampu membuat pakaian ribuan tahun lalu.
Namun, alat tersebut bukanlah jarum, melainkan perkakas dari pecahan tulang pinggul kuda atau auroch.
Advertisement
28 tusukan
Arkeolog menemukan adanya bekas tusukan yang tidak rata pada perkakas tersebut.
Mereka menduga orang dahulu "menjahit" dengan meletakkan kulit hewan di atas perkakas ini dan membuat lubang menggunakan penusuk apapun.
Dengan cara tersebut, kita bisa membuat jahitan lurus tanpa jarum.
Terdapat 28 tusukan di perkakas tersebut. 10 tusukan terletak dalam posisi sejajar sedangkan 18 lainnya dalam posisi tidak teratur dan samar.
Ahli menyimpulkan jika tusukan-tusukan itu sengaja diposisikan seperti itu untuk menjahit potongan kulit menjadi satu.
Advertisement
Simbol status
Selain itu, ahli menduga manusia dahulu lebih memilih tulang daripada batu karena bekas lubang tidak akan cepat hilang, sehingga mereka itu bisa membuat jahitan lurus pada kulit hewan yang akan dijahit sebagai pakaian.
Namun, hingga saat ini, ahli belum tahu secara jelas bagaimana manusia saat itu membuat setelan yang pas dengan tubuh.
Akan tetapi, keberadaan perkakas ini menjadi bukti adanya alat pembuat seni dan perhiasan yang menjadi simbol status orang masa itu.
Reporter magang: Yobel Nathania