Tabloid Charlie Hebdo Kembali Bikin Ulah, Pajang Kartun Pemimpin Iran Ali Khamenei

Tabloid itu mengatakan kartun tersebut adalah bagian dari kompetisi yang diluncurkan Desember lalu untuk memberi dukungan terhadap serangkaian unjuk rasa di Iran setelah kematian perempuan bernama Mahsa Amini pada 16 September lalu.

Pandasurya Wijaya
Oleh Pandasurya Wijaya - Reporter
Tabloid Charlie Hebdo Kembali Bikin Ulah, Pajang Kartun Pemimpin Iran Ali Khamenei
Charlie Hebdo media mingguan sinis ingin menerbitkan kembali kartun Muhammad SAW tahun ini. euronews.com ©2012 Merdeka.com

Pemerintah Iran kemarin memperingatkan pemerintah Prancis mereka akan merespons perbuatan tabloid satir Charlie Hebdo asal Prancis yang memajang kartun pemimpin spiritual tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei.

Tabloid yang terbit mingguan itu menerbitkan puluhan kartun Khamenei di hari yang sama dengan gambar yang melecehkan.

Tabloid itu mengatakan kartun tersebut adalah bagian dari kompetisi yang diluncurkan Desember lalu untuk memberi dukungan terhadap serangkaian unjuk rasa di Iran setelah kematian perempuan bernama Mahsa Amini pada 16 September lalu. Amini tewas ketika dia ditahan polisi moral karena dianggap melanggar tata cara berpakaian bagi perempuan.

"Penghinaan dan perbuatan tidak terpuji oleh penerbit Prancis dengan mempublikasikan gambar kartun terhadap sosok otoritas politik dan agama tidak akan dibiarkan tanpa tanggapan," kata cuitan Menteri Luar negeri Iran Hussein Amir Abdullahian, seperti dilansir laman France 24, Kamis (5/1).

"Kami tidak akan biarkan pemerintah Prancis melanggar batas yang seharusnya. Mereka jelas sudah memilih jalan yang salah."

Tabloid Prancis itu mengatakan kontes kartun itu bertujuan "mendukung perjuangan rakyat Iran dalam memperjuangkan kebebasan."

Otoritas Iran mengatakan ratusan orang, termasuk aparat keamanan tewas dan ribuan lainnya ditangkap dalam peristiwa yang mereka sebut "kerusuhan".

Charlie Hebdo menerbitkan kartun itu untuk merayakan peringatan serangan mematikan terhadap kantor redaksi mereka di Paris pada 7 Januari 2015 oleh pelaku yang mengaku anggota Al Qaidah untuk membalas terbitnya kartun yang menghina Nabi Muhammad di tabloid itu.

Rekomendasi