Iran mengeksekusi mati di depan umum orang kedua yang ditangkap saat terjadi kericuhan di saat berlangsungnya demonstrasi. Menurut situs berita pengadilan pada Senin, Majidreza Rahnavard, yang divonis membunuh dua anggota pasukan keamanan, dieksekusi di sebuah lokasi di Mashshad dan ditonton banyak orang.
Situs tersebut juga mempublikasikan sejumlah foto saat eksekusi berlangsung, menunjukkan seorang pria dengan tangan terikat, dieksekusi dengan digantung. Pasukan keamanan bermasker terlihat menjaga area eksekusi dan sejumlah orang menonton dari balik barikade, dikutip dari Al Jazeera, Selasa (13/12).
Iran mengeksekusi orang pertama yang ditangkap berkaitan dengan demo pada Kamis lalu. Mohsen Shekari (23) dituduh menyerang dan melukai anggota pasukan paramiliter Basij dengan pisau di Teheran.
Eksekusi mati terbaru ini bertujuan untuk menunjukkan cepatnya proses peradilan dalam kasus-kasus berkaitan dengan demo. Rahnavard dieksekusi kurang dari sebulan sejak ditangkap.
Pengadilan mengklaim Rahnavard melakukan aksi "teroris" terhadap dua anggota Basij pada 17 November. Dia ditangkap dua hari kemudian.
Setelah eksekusi, ketua pengadilan Razavi Khorasan, Gholamati Sadeghi berterima kasih kepada kepolisian, pejabat keamanan dan pengadilan karena melaksanakan hukuman secepatnya dan karena "menjawab tuntutan publik untuk membangun ketertiban dan keamanan dan mengatasi perusuh dan pelanggar hukum".
Unjuk rasa di Iran pecah pada pertengahan September setelah kematian Mahsa Amini. Mahsa adalah perempuan muda yang ditangkap polisi syariah karena diduga tidak mematuhi aturan berpakaian atau tidak memakai jilbab dengan benar.
Amnesty International mengecam eksekusi ini.
"Tujuan jelas otoritas Iran adalah menanam ketakutan di tengah masyarakat dalam upaya untuk mempertahankan kekuasaan dan mengakhiri pemberontakan rakyat," jelasnya.