Badai Ian yang melanda negara bagian Florida, Amerika Serikat (AS) memicu maraknya kasus penyakit dan kematian akibat berkembangnya bakteri pemakan daging.
Di Lee County, pejabat daerah menjelaskan ada 29 kasus penyakit dan empat kematian yang disebabkan bakteri pemakan daging.
Bakteri pemakan daging bernama vibrio vulnificus itu adalah penyebab peningkatan kasus penyakit dan kematian. Bakteri itu hidup di air payau hangat, seperti genangan banjir akibat Badai Ian di Florida.
“Departemen Kesehatan Florida di Lee County mengamati peningkatan abnormal dalam kasus infeksi Vibrio vulnificus sebagai akibat dari paparan air banjir dan genangan air setelah Badai Ian,” jelas juru bicara departemen kesehatan daerah, dikutip dari BBC, Kamis (20/10).
Pemerintah meminta seluruh warga yang memiliki luka terbuka, luka atau goresan pada kulit untuk berhati-hati ketika terkena air hangat, air payau, atau air asin.
“Tumpahan limbah, seperti yang disebabkan Badai Ian, dapat meningkatkan kadar bakteri. Saat situasi pasca-badai berkembang, individu harus mengambil tindakan pencegahan terhadap infeksi dan penyakit yang disebabkan Vibrio vulnificus,” jelas pernyataan tersebut.
Wilayah lain yang berdekatan dengan Lee County, Collier County juga mengalami peningkatan kasus penyakit yang terkait bakteri pemakan daging itu.
Menurut laporan kesehatan negara bagian Florida, terdapat 11 kasus kematian dan 65 kasus penyakit yang disebabkan bakteri vibrio vulnificus pada tahun ini. Pejabat kesehatan menjelaskan hampir setengah dari kasus ini disebabkan Badai Ian.
Florida sendiri sudah tidak asing melihat adanya kasus ini. Seperti pada 2021, tercatat sepuluh kasus kematian dan 34 kasus penyakit yang disebabkan bakteri itu. Juga pada 2020, tercatat tujuh kasus kematian yang disebabkan bakteri vibrio vulnificus.
Sebelumnya bakteri vibrio vulnificus dapat memakan daging manusia karena bakteri itu mampu menghasilkan necrotising fasciitis yang dapat merusak jaringan daging. Tapi bakteri ini bukan satu-satunya bakteri yang dapat menghasilkan necrotising fasciitis.
Menurut laporan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), satu dari lima pasien yang terpapar bakteri vibrio vulnificus dapat meninggal setelah satu atau dua hari terjangkit bakteri itu.
Kalau bakteri itu masuk ke dalam pembuluh darah, maka bakteri vibrio vulnificus dapat menyebabkan sepsis. Anggota tubuh pasien pun harus segera diamputasi untuk mencegah penyebaran ke bagian tubuh lain.
Reporter Magang: Theofilus Jose Setiawan