"Peluru yang Membunuh Shinzo Abe Cukup Dalam Sampai Ke Jantung"

Abe dinyatakan meninggal pukul 17.03 waktu setempat, kata pejabat rumah sakit.

Pandasurya Wijaya
Oleh Pandasurya Wijaya - Reporter
"Peluru yang Membunuh Shinzo Abe Cukup Dalam Sampai Ke Jantung"
Shinzo Abe Mengundurkan Diri. ©2020 Franck ROBICHON / POOL / AFP

Kepala Universitas Kedokteran Nara yang merawat mantan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe hari ini membenarkan pasiennya sudah meninggal setelah ditembak pagi tadi.

Abe dinyatakan meninggal pukul 17.03 waktu setempat, kata pejabat rumah sakit.

Peluru yang membunuh Abe "cukup dalam sampai mengenai jantung," kata dokter dalan jumpa pers. Abe mengalami pendarahan luar biasa dan dokter tidak mampu menghentikannya, kata pejabat medis.

Sebelumnya stasiun televisi NHK mengabarkan Abe meninggal dengan mengutip sumber di Partai Demokratik Liberal.

Shinzo Abe meninggal dalam usia 67 tahun setelah ditembak pagi tadi ketika tengah berpidato di Kota Nara.

Abe terjatuh ketika sedang berpidato di Kota Nara sekitar pukul 11.30 waktu setempat. Dia juga berdarah karena luka tembakan di punggungnya, kata stasiun televisi NHK.

Menurut seorang pejabat faksi Abe di Partai Demokratik Liberal, dia ditembak di bagian dada dan langsung dilarikan ke rumah sakit dengan ambulans. Polisi sudah menangkap seorang pria diduga akan melakukan pembunuhan dan menyita sebuah senjata api.

Abe tiba di Nara dari Bandara Haneda via Bandara Osaka untuk memberikan pidato kampanye guna mendukung kandidat partainya jelang pemilu majelis tinggi parlemen Ahad mendatang, kata NHK, seperti dilansir laman CNN, Jumat (8/7).

Dia dijadwalkan akan mengunjungi Kyoto setelah dari Nara kemudian ke Saitama yang berdekatan dengan Ibu Kota Tokyo.

Stasiun televisi NHK mengutip polisi mengatakan, Abe ditembak di bagian dada dan leher.

Rekomendasi