Penembakan Mantan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe hari ini mengguncang Negeri Sakura. Jepang termasuk negara dengan tingkat kejahatan senjata api yang paling rendah di dunia karena ketatnya aturan kepemilikan senjata.
Pada 2018 Jepang hanya mencatat sembilan kematian akibat kejahatan senjata api dibanding Amerika Serikat yang mencapai 39.740.
Dilansir laman CNN, Jumat (8/7), menurut undang-undang di Jepang, senjata yang boleh dijual hanyalah senapan angin dan senapan. Senjata api genggam dilarang. Namun untuk memperolehnya prosesnya sangat panjang dan rumit.
Untuk membeli senjata di Jepang, calon pembeli harus mengikuti kelas latihan menembak setiap hari, lulus ujian tertulis dan ujian praktik dengan akurasi minimal 95 persen. Mereka juga harus menjalani evaluasi kesehatan mental dan uji narkoba serta diperiksa dengan teliti latar belakangnya--termasuk catatan kriminal, utang pribadi, keterlibatan dengan organisasi kriminal dan bagaimana hubungan dengan keluarga dan teman.
Pada 2019 diperkirakan hanya ada 310.400 senjata api yang dipegang orang warga sipil di Jepang dari 125 juta penduduk.
Pada 2007, wali kota Nagasaki di selatan Jepang, Iccho Ito tewas setelah ditembak dua kali di punggungnya oleh diduga anggota gengster. Sejak kejadian itu Jepang memperketat aturan kepemilikan senjata dan menjatuhkan hukuman berat bagi pelaku kejahatan senjata api yang dilakukan anggota organisasi kriminal.