Muncul Klaster Covid, Kota di China Bakal Tes 14 Juta Warga dalam 48 Jam

Berbeda dengan belahan dunia lain yang sebagian sudah mulai membuka kembali aktivitas sosial dan ekonomi, China masih menerapkan karantina wilayah ketat dan testing massal untuk menangani sejumlah kecil kasus Covid-19 yang muncul.

Pandasurya Wijaya
Oleh Pandasurya Wijaya - Reporter
Muncul Klaster Covid, Kota di China Bakal Tes 14 Juta Warga dalam 48 Jam
warga kota tianjin antre untuk tes covid. ©Reuters

Kota pelabuhan Tianjin, China, akan mengetes 14 juta warga dalam 48 jam setelah ditemukannya klaster Covid-19.

Pemerintah kota meminta penduduk tetap di rumah sampai mereka sudah dites dan mereka harus mendapat hasil tes negatif jika akan menggunakan transportasi umum.

Laman BBC melaporkan, Senin (10/1), dari 20 kasus klaster Covid yang ditemukan, dua di antaranya adalah varian Omicron yang sangat menular.

China masih berupaya menerapkan kebijakan nol-Covid yang bertujuan membasmi penyakit menular ini di tengah masyarakat.

Berbeda dengan belahan dunia lain yang sebagian sudah mulai membuka kembali aktivitas sosial dan ekonomi, China masih menerapkan karantina wilayah ketat dan testing massal untuk menangani sejumlah kecil kasus Covid-19 yang muncul.

Kebijakan ini tampaknya akan menjadi pukulan berat bagi warga Negeri Tirai Bambu yang akan merayakan Tahun Baru Imlek 1 Februari mendatang. Jutaan warga biasanya mudik ke kampung halaman pada masa liburan Imlek, sementara beberapa hari lagi Beijing akan menggelar Olimpiade Musim Dingin. Tianjin berjarak sekitar 115 kilometer dari Beijing.

Di Tianjin saat ini kerap terlihat barisan antrean warga yang menunggu giliran untuk dites.

Sebelumnya Kota Xi'an dan Yuzhou juga mengalami penyekatan ketat dan warga diminta tetap berada di rumah. Berbelanja keluar rumah pun dilarang dan sejumlah warga mengeluh stok makanan mereka menipis. Mereka kemudian terpaksa melakukan barter barang kebutuhan.

Rekomendasi