Israel akan mulai memberikan vaksinasi Covid-19 dosis ketika untuk warga yang berusia di atas 60 tahun. Hal ini disampaikan Perdana Menteri Israel, Naftali Bennett pada Kamis. Israel menjadi salah satu negara pertama yang memberikan suntikan booster.
Bennett menyampaikan, vaksinasi dosis ketiga ini akan dimulai pada Minggu sebagai bagian “kampanye vaksinasi pelengkap” untuk orang-orang berusia di atas 60 tahun yang telah divaksinasi penuh lebih dari lima bulan lalu. Suntikan booster ini diberikan karena meningkatnya kekhawatiran dengan cepatnya penyebaran virus corona varian Delta.
“Saya meminta semua orang tua yang telah divaksinasi untuk menerima dosis tambahan ini,” jelas Bennett, dikutip dari France 24, Jumat (30/7).
“Lindungi diri Anda,” lanjutnya.
Sekitar 55 persen dari 9 juta populasi Israel telah divaksinasi penuh dua dosis, paling banyak dengan suntikan vaksin Pfizer-BioNTech, berkat kampanye masif yang diluncurkan akhir Desember lalu setelah kesepakatan dengan produsen vaksin.
“Israel telah memvaksinasi 2.000 orang yang mengalami imun yang lemah dengan dosis ketiga tanpa efek samping yang parah," jelas Bennett.
“Dan sekarang kami meluncurkan kampanye dosis ketiga nasional.”
Presiden Israel Isaac Herzog akan menerima suntikan booster ini pada Jumat pagi.
“Keputusan ini berdasarkan penelitian dan analisis yang luas, termasuk meningkatnya risiko gelombang varian Delta,” jelas Bennett.
Kementerian Kesehatan menyatakan, Israel telah mencatat lebih dari 1.400 kasus Covid-19 dalam 24 jam terakhir. Lebih dari 15.000 kasus aktif teridentifikasi saat ini, termasuk 151 orang yang dirawat inap dalam kondisi parah.
“Dosis ketiga ini bisa menyelamatkan banyak nyawa,” kata Menteri Kesehatan Israel, Nitzan Horowitz.
Dengan masifnya kampanye vaksinasi, angka kasus menurun drastis dan pada awla Juni, Israel melonggarkan banyak pembatasan. Tetapi angka infeksi kembali melonjak, mendorong Kementerian Kesehatan menerapkan kembali kewajiban pemakaian masker di tempat publik tertutup.
Bulan lalu, pejabat kesehatan mengumumkan akan melakukan vaksinasi untuk anak berusia 12 tahun, sementara awal pekan ini, mereka mengatakan anak-anak berusia sampai 11 tahun yang memiliki penyakit penyerta bisa divaksinasi mulai 1 Agustus.