Pemerintah Pakistan Setuju Boikot Produk Prancis, Demonstrasi Berakhir

Aksi demonstrasi di Pakistan berakhir setelah pemerintah setuju melakukan boikot produk Prancis. Massa yang sempat memblokir jalan raya membubarkan diri.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Pemerintah Pakistan Setuju Boikot Produk Prancis, Demonstrasi Berakhir
Supermarket di Pakistan boikot produksi Prancis. ©twitter.com/AwaisBa49992170

Aksi demonstrasi di Pakistan berakhir setelah pemerintah setuju melakukan boikot produk Prancis. Massa yang sempat memblokir jalan raya membubarkan diri.

Demonstrasi tersebut dilakukan sebagai tanggapan terhadap Prancis yang mendukung penayangan ulang kartun Nabi Muhammad.

Presiden Macron juga dengan kerasnya membela sekularisme Perancis setelah kejadian pemenggalan kepala seorang guru yang menunjukkan kartun tersebut sebagai diskusi untuk muridnya di kelas. Hal ini yang memicu kemarahan di beberapa warga Muslim di seluruh dunia.

Dilansir laman BBC, Selasa (17/11), penggambaran Nabi Muhammad secara luas dianggap tabu dalam Islam, dan juga sangat menyinggung umat Muslim.

Perdana Menteri Pakistan Imran Khan termasuk para pemimpin politik mengkritik Macron karena berkomentar tentang Islamisme di Prancis.

"Kami membatalkan protes kami setelah pemerintah menandatangani perjanjian yang secara resmi akan mendukung pemboikotan produk Prancis," kata Ejaz Ashrafi, juru bicara aktivis tersebut, kepada kantor media berita Reuters.

Kesepakatan yang diperlihatkan ke media membawa tanda tangan menteri agama dan menteri dalam negeri. Dikatakan dalam tulisannya bahwa pemerintah juga akan membiarkan parlemen yang memutuskan apakah duta besar Prancis harus dikeluarkan.

TLP sebelumnya telah mengumpulkan banyak orang untuk memprotes masalah penistaan agama. Di bawah hukum Pakistan, mereka yang dinyatakan bersalah menghina Nabi Muhammad dapat menghadapi hukuman mati.

Reporter Magang: Farhan Hafizhan

Halaman
Rekomendasi