Presiden Lebanon Minta Digelar Rapat Kabinet dan Usulkan Status Darurat Nasional

Presiden Lebanon, Michel Aoun menyerukan rapat kabinet darurat pada Rabu dan menyampaikan penetapan darurat nasional selama dua pekan harus dideklarasikan menyusul ledakan dahsyat di Beirut yang menewaskan sedikitnya 78 orang dan melukai 4.000 orang lainnya.

Hari Ariyanti
Oleh Hari Ariyanti - Reporter
Presiden Lebanon Minta Digelar Rapat Kabinet dan Usulkan Status Darurat Nasional
Ledakan di Beirut. ©2020 STR / AFP

Presiden Lebanon, Michel Aoun menyerukan rapat kabinet darurat pada Rabu dan menyampaikan penetapan darurat nasional selama dua pekan harus dideklarasikan menyusul ledakan dahsyat di Beirut yang menewaskan sedikitnya 78 orang dan melukai 4.000 orang lainnya.

Ledakan pada Selasa sore itu mengguncang seluruh kota, menyebabkan kerusakan meluas bahkan sampai pinggiran ibu kota.

Dilansir Aljazeera, Rabu (5/8), para pejabat memperkirakan angka kematian akan bertambah karena petugas kedaruratan tengah menggali reruntuhan untuk menyelamatkan warga dan mengangkat korban tewas.

Penyebab ledakan belum jelas sampai saat ini.

Pejabat mengaitkan ledakan dengan 2.700 ton amonium nitrat sitaan yang disimpan di sebuah gudang di pelabuhan selama enam tahun.

Presiden Aoun juga mengumpulkan Dewan Pertahanan Tinggi menyusul ledakan.

Kepala Keamanan Umum Lebanon Abbas Ibrahim mengungkap pemicu ledakan dahsyat.

Berdasarkan hasil investigasi, ungkap Ibrahim, ledakan itu berasal dari 2.700 ton amonium nitrat. Bahan kimia tersebut disimpan di pelabuhan Beirut sebelum dikirim ke Afrika, seperti dikutip dari Aljazeera, Rabu, (5/8).

Hasil investigasi tersebut telah dilaporkan Ibrahim kepada Dewan Pertahanan Tinggi Lebanon yang berisi presiden dan semua lembaga keamanan utama negara. Otoritas Lebanon berjanji akan memberi hukuman paling berat ke pihak yang bertanggung jawab.

Rekomendasi