Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan melakukan kunjungan mendadak ke Hagia Sophia kemarin hanya beberapa hari sebelum salat Jumat berjemaah pertama akan dilaksanakan di salah satu ikon kota Istanbul itu sejak bangunan yang sebelumnya museum itu dialihkan menjadi masjid pekan lalu.
Kantor Kepresidenan Turki menyampaikan, dalam kunjungan singkat atau sidak itu, Erdogan memeriksa proses konversi, memeriksa gambar-gambar yang ada di atas langit-langit gedung.
Dilansir France 24, Senin (20/7), Diyanet, otoritas agama di negara itu, mengatakan ikon-ikon Kristen akan ditutup selama waktu salat.
Belum jelas apakah Erdogan berencana hadir di antara 500 jemaah yang akan melaksanakan salat Jumat pekan ini.
Pengadilan tinggi Turki mencabut status bangunan sebagai museum yang ditetapkan hampir seabad lalu. Keputusan ini membuka jalan bagi konversi bangunan dari museum menjadi masjid.
Advertisement
Bangunan abad keenam ini telah dibuka untuk umum, terlepas dari apapun agama atau kepercayaan mereka, sejak diresmikan sebagai museum pada tahun 1935.
Diyanet mengatakan gedung itu akan terus dibuka untuk semua pengunjung di luar jam salat.
Situs Warisan Dunia UNESCO itu dibangun sebagai katedral selama kekaisaran Bizantium tetapi diubah menjadi masjid setelah penaklukan kekaisaran Utsmani atas Konstantinopel pada tahun 1453.
Bangunan itu ditetapkan sebagai museum dalam reformasi kunci otoritas pasca kekaisaran Turki Utsmani di bawah pendiri republik modern Mustafa Kemal Ataturk.
Erdogan mengatakan tahun lalu, pengalihan Hagia Sofia dari masjid ke museum itu merupakan "kesalahan yang sangat besar"
Pengalihan kembali ini memicu protes dari umat Kristen dan ketegangan antara Turki dan Yunani, dua negara yang memiliki sejarah permusuhan dan sekutu NATO.