Bentrokan pecah antara polisi dan para demonstran yang turun ke jalan pada Minggu, termasuk massa yang beraksi di kediaman resmi Perdana Menteri (PM) Israel, Benyamin Netanyahu di Yerusalem. Massa menuntut PM mengundurkan diri dan mencerca penanganannya atas krisis pandemi virus corona.
Dilansir dari Russia Today, Minggu (19/7), polisi menggunakan water canon dan mengerahkan sejumlah satuan pasukan untuk membubarkan massa di Yerusalem dan Tel Aviv saat ribuan demonstran menuntut pengunduran diri Netanyahu karena dugaan korupsi, termasuk berunjuk rasa atas buruknya respons pemerintah dalam menghadapi virus corona.
Kerumunan massa berjalan ke kediaman resmi Netanyahu di Yerusalem untuk keempat kalinya dalam pekan ini.
Unjuk rasa terbaru menentang Netanyahu ini terjadi sehari sebelum sidang kedua atas tuduhan penipuan, pelanggaran jabatan, dan menerima suap.
Advertisement
Pada Jumat, pemerintah mengumumkan pembatasan baru berkaitan dengan Covid-19, yang sangat terdampak terhadap perekonomian negara tersebut.
Para demonstran berpendapat, Netanyahu lebih mementingkan kasus hukumnya dibandingkan mengambil tindakan untuk mencegah gelombang kedua virus corona.
"Daripada merencanakan perlawanan terhadap sistem peradilan, Anda seharusnya merencanakan bagaimana mengatasi pengangguran," kata salah seorang demonstran yang beraksi di Charles Clore Park, Tel Aviv, seperti dikutip Jerusalem Post.
Polisi menangkap sejumlah demonstran di Tel Aviv, di mana para peserta aksi memblokir jalan dan melempar petugas polisi.