Sebuah Penelitian Mengklaim Penggunaan Masker Tak Efektif Cegah Infeksi Covid-19

Dalam sebuah penelitian yang digambarkan penulis sebagai "mengkhawatirkan" dan diterbitkan dalam jurnal Physics of Fluids pada Selasa, diperkirakan memakai masker saja tidak menghalangi tetesan cairan akibat batuk memasuki tubuh.

Hari Ariyanti
Oleh Hari Ariyanti - Reporter
Sebuah Penelitian Mengklaim Penggunaan Masker Tak Efektif Cegah Infeksi Covid-19
warga mengantre masker wajah di tengah wabah virus corona. ©2020 REUTERS/Tyrone Siu

Penelitian baru menunjukkan virus corona dapat ditularkan dari satu orang ke orang lain bahkan walaupun memakai masker dan berdiri dengan jarak lebih dari 1,2 meter satu sama lain.

Dalam sebuah penelitian yang digambarkan penulis sebagai "mengkhawatirkan" dan diterbitkan dalam jurnal Physics of Fluids pada Selasa, diperkirakan memakai masker saja tidak menghalangi tetesan cairan akibat batuk memasuki tubuh.

Penelitian ini menyoroti perlunya mematuhi langkah-langkah jarak sosial yang efektif, sebagaimana dikutip dari Sputnik News, Rabu (17/6).

Para peneliti yang sama sebelumnya menemukan, tetesan air liur mampu menyebar sampai jarak 5 meter lebih hanya dalam lima detik ketika orang batuk.

Namun, jika seseorang yang memakai masker batuk berulang kali, efektivitas masker menjadi berkurang, penelitian baru mengungkapkan, melalui penggunaan perangkat lunak pemodelan komputer.

Percikan bisa menembus masker

Rekan penulis studi dan profesor Universitas Nicosia Siprus, Dimitris Drikakis, mengatakan dalam sebuah pernyataan, masker tidak memberikan perlindungan penuh. Karena itu, jarak sosial, "tetap penting".

Jika seseorang menderita batuk, "banyak tetesan atau percikan menembus pelindung masker, dan beberapa partikel pembawa penyakit tetesan air liur dapat menyebar lebih dari 1,2 meter (4 kaki)," kata Drikakis.

"Ukuran tetesan berubah dan berfluktuasi terus menerus selama siklus batuk sebagai akibat dari beberapa interaksi dengan masker dan wajah," jelasnya.

Simulasi yang digunakan dalam penelitian mengungkapkan, ukuran percikan juga dapat dipengaruhi setelah bertubrukan dengan masker, menyebabkan beberapa tetesan bisa menembus masker dan menyebar ke udara.

"Masker mengurangi akumulasi tetesan selama siklus batuk berulang," jelas Dr. Talib Dbouk, yang juga menulis dalam penelitian itu.

"Namun, masih belum jelas apakah tetesan besar atau kecil lebih menular."

Para peneliti menyarankan penggunaan "peralatan pelindung pribadi yang jauh lebih lengkap", termasuk helm dengan filter udara built-in, pelindung wajah, baju sekali pakai, dan dua set sarung tangan terpisah diberikan kepada pekerja medis garis depan.

Temuan baru ini dapat menjadi alasan bagi mereka yang bekerja di sektor kesehatan karena mereka seringkali tidak dapat mempertahankan langkah jarak sosial yang layak.

Panduan terbaru dari WHO merekomendasikan agar pemerintah mengkampanyekan penggunaan masker di kalangan masyarakat.

Awalnya, saran WHO merekomendasikan hanya mereka yang menunjukkan gejala atau yang sedang merawat orang sakit harus memakai masker. Sejak April, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat telah mengeluarkan panduan meminta semua orang di tempat publik agar memakai masker.

Rekomendasi