Assad Beberkan Strategi Usir Tentara Amerika dari Ladang Minyak Suriah

Presiden Suriah Basyar al-Assad dalam wawancara dengan stasiun televisi China Phoenix Television menjelaskan, ada dua target yang mesti dicapai untuk membuat pasukan Amerika Serikat akhirnya bisa hengkang dari Suriah. Pasukan Amerika selama ini berada di Suriah secara ilegal karena tanpa izin.

Pandasurya Wijaya
Oleh Pandasurya Wijaya - Reporter
Assad Beberkan Strategi Usir Tentara Amerika dari Ladang Minyak Suriah
basyar al assad. ©AFP

Presiden Suriah Basyar al-Assad dalam wawancara dengan stasiun televisi China Phoenix Television menjelaskan, ada dua target yang mesti dicapai untuk membuat pasukan Amerika Serikat akhirnya bisa hengkang dari Suriah. PAsukan Amerika selama ini berada di Suriah secara ilegal karena tanpa izin dari pemerintah Suriah atau mandat dari Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB).

"Pertama, semua kelompok teroris harus dibasmi karena memerangi mereka itulah yang menjadi dalih pemerintah AS untuk tetap menempatkan pasukannya di Suriah," ujar Assad, seperti dilansir laman Al Masdar, Senin (16/12).

"Langkah kedua melibatkan seluruh sekutu Amerika di antara warga lokal, terutama orang Kurdi, untuk bergabung dengan pasukan Suriah ketimbang mendukung pasukan asing."

"Kelompok-kelompok ini harus dibujuk, terutama lewat dialog, bahwa menjadi kepentingan kita semua untuk membela Tanah Air dan bergabung dengan negara Suriah untuk membebaskan seluruh wilayahnya," kata Assad.

Dia yakin jika dua tujuan itu tercapai maka AS tidak akan punya alasan lagi untuk tetap bercokol di Suriah.

"Pada akhirnya Amerika akan pergi," ujar Assad menyimpulkan.

Presiden AS Donald Trump awal tahun ini mengumumkan, untuk yang kedua kalinya di masa kepemimpinannya, pasukan AS akan meninggalkan Suriah. Namun beberapa hari kemudian Trump mengatakan sekelompok kecil pasukan AS akan tetap berada di Suriah untuk "mengamankan minyak". Sejumlah tentara AS memang terlihat berada di ladang minyak Suriah di sebelah timur negara itu.

Keputusan AS itu dikecam keras oleh Damaskus dan Moskow karena mereka tidak punya landasan hukum untuk melakukan itu. Kedua negara menuduh Washington mencuri minyak Suriah dan menjualnya ke Turki. Washington mengklaim seluruh keuntungan penjualan minyak akan diserahkan kepada sekutu mereka, Kurdi.

Dalam wawancara dengan kantor berita SANA, Assad membeberkan strategi licik AS di Suriah.

"Sekarang AS mencuri minyak dan menjualnya ke Turki," kata Assad, seperti dikutip kantor berita Rusia, Tass. Assad menyebut perbuatan AS itu mengikuti langkah yang dilakukan kelompok militan Jabhat al-Nusra, cabang Al Qaidah di Suriah, yang menjual minyak dari wilayah timur Suriah itu.

"Rezim Turki terlibat langsung," kata Assad yang menuduh Ankara kongkalikong dengan al-Nusra dan ISIS. Sebelumnya Assad menuding Amerika menyelundupkan minyak keluar Suriah dan memperkirakan AS bisa mengekspor minyak senilai USD 30 juta per bulan.

Newsweek sudah menghubungi Kementerian Luar Negeri AS dan Kementerian Luar Negeri Turki via surel untuk meminta tanggapan.

Sejumlah wilayah Suriah hingga kini masih dikuasai pemberontak tapi dengan dukungan Rusia dan Iran, pasukan Suriah sudah berhasil merebut kembali beberapa wilayah.

Invasi Turki Oktober lalu membuat pasukan Suriah mendapat keuntungan karena milisi Kurdi yang ditinggalkan pasukan Amerika berbalik mendukung Damaskus untuk melawan pasukan Turki dan milisi Islamis yang jadi perpanjangan tangan Ankara.

Rekomendasi