Korea Utara Tolak Hidupkan Kembali Pembicaraan Nuklir dengan AS

Korea Utara menegaskan tidak berminat melanjutkan dialog jika Amerika Serikat tidak menghentikan gerakan militer memicu konflik. Reaksi ini untuk merespons tawaran perwakilan AS untuk memulai kembali rundingan tentang nuklir.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Korea Utara Tolak Hidupkan Kembali Pembicaraan Nuklir dengan AS
Korea Utara. ©2015 TheNextWeb.com

Korea Utara menegaskan tidak berminat melanjutkan dialog jika Amerika Serikat tidak menghentikan gerakan militer memicu konflik. Reaksi ini untuk merespons tawaran perwakilan AS untuk memulai kembali rundingan tentang nuklir.

Perwakilan Khusus Presiden Donald Trump untuk Korea Utara, Stephen Biegun berusaha memulai kembali pembicaraan soal nuklir yang sempat tertunda pada Rabu (21/8) kemarin. Dalam kunjungan ke Korea Selatan, Biegun menyampaikan keinginan AS bertemu dengan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un.

Baru-baru ini, AS melakukan uji coba rudal jarak dekat. Uji coba itu dinilai Korea Utara sebagai langkah berbahaya. Juga demikian dengan rencana AS untuk mengerahkan jet tempur F-35 dan peralatan militer ofensif lainnya di sekitar Semenanjung Korea. Hal tersebut disampaikan melalui juru bicara kementerian luar negeri Korea Utara. Menurut pihaknya, sikap Amerika tersebut dapat memicu perang dingin baru.

"Kami tetap tidak berubah dalam mengambil posisi untuk menyelesaikan semua masalah dengan cara damai, melalui dialog dan negosiasi," katanya dalam sebuah pernyataan yang ditujukan pada kantor berita resmi Korea.

Dikutip dari Washington Times pada Kamis (22/8), Korea Utara telah lama mengkritik latihan tahunan yang dilakukan Amerika. Pihak Korut menilai, latihan tersebut menjadi upaya AS untuk melakukan invasi ke wilayah Korea Utara dan Korea Selatan.

Meski demikian, melalui akun Twitternya Trump mengatakan bahwa Kim Jong Un telah mengirimkan surat kepadanya, di mana Kim menyatakan harapan agar pembicaraan akan dilakukan segera setelah latihan bersama antara AS dan Korea Selatan usai.

Menurut sumber The Washington Times, hingga saat ini belum ada informasi tentang kapan, di mana, dan isi pembahasan antara Korea Utara dan AS. Namun, dikabarkan ada tanda-tanda Korea Utara akan merespons positif tawaran Biegun.

Trump dan Kim telah mengadakan tiga pertemuan tatap muka sejak musim panas 2018 lalu. Dialog antar kedua pihak terhenti sejak pertemuan di Hanoi, Vietnam, Februari lalu. Dalam pertemuan itu, Trump keluar dari diskusi.

Dirinya mengatakan, alasannya keluar karena tuntutan Kim yang meminta bantuan besar-besaran tidak sebanding dengan komitmen mereka untuk menghentikan nuklir Korut dan persenjataan rudal antar benua. Namun, komentar itu kemudian dibantah pihak Korea Utara.

Reporter Magang: Anindya Wahyu Paramita

Rekomendasi