Seorang pria Yunani selamat dari tragedi jatuhnya pesawat Ethiopian Airlines pada Minggu (10/3). Pesawat dengan rute penerbangan Addis Ababa-Nairobi, Kenya itu kemudian jatuh tak lama setelah lepas landas dari Bandara Internasional Bole, Addis Ababa. Pria itu selamat karena tertinggal pesawat.
Pria yang bernama Antonis Mavropoulos itu berbagi kisahnya melalui Facebook yang kemudian dibagikan ribuan kali. Dalam unggahannya yang diberi judul "Hari Keberuntunganku", Mavropoulos membagikan foto boarding pass dan mengatakan dia tiba di pintu keberangkatan pesawat setelah seluruh penumpang telah memasuki pesawat pada Minggu pagi.
"Ketika saya tiba, boarding ditutup dan saya melihat penumpang terakhir di terowongan memasuki pesawat. Saya berteriak agar (petugas) mengizinkan saya masuk tapi mereka tidak mengizinkanku," tulisnya, sebagaimana dilansir dari laman CNN, Selasa (12/3).
Pesawat tersebut kemudian jatuh enam menit setelah lepas landas dan menewaskan 157 orang di dalam pesawat yang merupakan penumpang dan kru.
Mavropoulos mengatakan dia selanjutnya akan dipindahkan ke penerbangan berikutnya ke Nairobi tapi kemudian dia diberitahu tak bisa naik ke pesawat karena petugas keamanan ingin berbicara dengannya setelah mengetahui pesawat sebelumnya kehilangan kontak.
Seorang petugas keamanan menyampaikan kepadanya dengan tenang agar jangan mengajukan protes. "Dan saya mengucap syukur kepada Tuhan, karena hanya saya penumpang yang tidak ikut dalam penerbangan itu," tulisnya.
Pesawat nahas itu banyak membawa pekerja kemanusiaan dari PBB dan pakar internasional, dimana banyak di antara mereka akan menghadiri pertemuan puncak isu lingkungan PBB di Nairobi, Kenya.
Dalam unggahannya, Mavropoulos mengatakan dia kemudian mengirim pesan kepada kawan-kawannya di Nairobi dan mencoba mencari tahu kebenaran jatuhnya pesawat tersebut, sebelum akhirnya dia menerima pesan dari temannya di Yunani yang membenarkan kabar buruk tersebut.
"Saya pingsan karen menyadari betapa beruntungnya saya," tulisnya.
Pihak maskapai mengonfirmasi bahwa sedikitnya penumpang dalam pesawat tersebut berasal dari 35 negara. Kecelakaan tersebut memunculkan banyak pertanyaan terkait pesawat Boeing 737 MAX 8. Pesawat jenis yang sama milik maskapai Lion Air juga pernah mengalami kecelakaan pada Oktober yang menewaskan 189 penumpang dan kru.
"Pada titik ini, berdasarkan informasi yang tersedia, kami tidak memiliki dasar untuk mengeluarkan pedoman baru kepada operator," kata Wakil Presiden Komunikasi Boeing, Charlie Miller, dalam sebuah pernyataan.