Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menjadi narasumber dalam acara Talk With #Menlu Retno di Museum Konferensi Asia Afrika di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Minggu (14/7).
Dalam kesempatan itu, ia mengungkapkan butuh dua tahun bagi Indonesia mempersiapkan diri menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-bangsa (DK PBB).
Selama dua tahun, Retno mengatakan seluruh diplomat diminta untuk fokus menyiapkan semua hal untuk bisa menjadi anggota tidak tetap dewan keamanan PBB.
Selain persiapan yang matang dan serius, ada beberapa faktor yang membuat Indonesia masuk dalam dewan tersebut. Di antaranya tidak terlepas dari inisiasi Konferensi Asia Afrika pada tahun 1955.
"Indonesia bisa merangkul negara-negara yang baru merdeka dan berkembang. Itu jadi nilai lebih Indonesia," katanya.
Selain itu, PBB menilai Indonesia bisa berperan dalam menjaga perdamaian dunia karena dianggap mampu menjembatani perbedaan, sehingga kondisi negara masih stabil. Hal ini diharapkan bisa digunakan ketika mendamaikan negara-negara yang sedang dilanda konflik.
Atas berbagai rekam jejak tersebut, Indonesia berhasil mendapat suara mayoritas.
"Kita menang dengan angka 144 suara dari 190 suara yang diperebutkan. Indonesia terpilih menjadi anggota tidak tetap DK PBB untuk periode 2019-2020. Ini perjuangan yang tidak mudah," pungkasnya.