Terganjal regulasi, Uber hentikan layanannya di Maroko

Selama hampir tiga tahun, Uber telah beroperasi secara ilegal di Maroko, meski saat ini memiliki 19.000 pengguna di Maroko dan lebih dari 300 sopir.

Farah Fuadona
Oleh Farah Fuadona - Reporter
Terganjal regulasi, Uber hentikan layanannya di Maroko
Ilustrasi Uber. ©2017 Merdeka.com

Uber sebuah perusahaan transportasi bermarkas di San Francisco mengumumkan menarik diri dari Maroko. Setelah kegagalan negara di Afrika Utara itu mereformasi peraturan transportasi ketatnya.

Seperti dikutip dari laman Associated Press, Rabu (21/2), selama hampir tiga tahun, Uber telah beroperasi secara ilegal di Maroko, meski saat ini memiliki 19.000 pengguna di Maroko dan lebih dari 300 sopir.

Dalam sebuah pernyataan Uber mengatakan, selama tidak ada reformasi nyata. Kita dipaksa untuk menunda operasi kita.

Pengemudi Uber di Maroko selama ini sering menjadi target intimidasi.

Sebuah video merekam seorang pengemudi Uber di Kasablanka yang dikelilingi oleh supir taksi konvensional, dan dalam beberapa kasus bentrokan telah menjadi kekerasan. Kasus ini sendiri masih menunggu penyelidikan dari pihak berwajib.

Bouchaib Abdel Moughit dari persatuan sopir taxi di Kasablanka, mengaku lega jika Uber tidak lagi beroperasi, "Selama tiga tahun, mereka mencuri hidup kita. Persaingan ini tidak adil," katanya.

Rekomendasi