Singapura melarang pemutaran film dokumenter yang menampilkan Ahed Tamimi, aktivis perempuan remaja Palestina yang ditangkap karena menampar dua pasukan Israel di Tepi Barat.
Dokumenter berjudul Radiance of Resistance itu dilarang ditampilkan Festival Film. Alasannya, film tersebut dinilai berpotensi memecah belah masyarakat Singapura yang beraneka ragam etnis.
Info-communications Media Development Authority of Singapore (IMDA) atau Otoritas Pengembangan Media Info-komunikasi Singapura melihat, film dokumenter yang meneritakan konflik Palestina dan Israel hanya dilihat dari kacamata Ahed Tamimi (16) serta aktivis perempuan lainnya. Sehingga tidak ada keseimbangan dalam film itu.
"Narasi film yang menyimpang bisa menghasut dan berpotensi menimbulkan ketidakharmonisan di antara perbedaan ras dan agama di Singapura," kata IMDA, dilansir dari laman Reuters, Kamis (4/1).
Awalnya, film dokumenter itu dijadwalkan akan diputar di Festival Film Palestina Singapura hari ini.
Adela Foo, penyelenggara festival film Singapura sudah menerima larangan tersebut dan tidak memberikan penjelasan lebih jauh.
"Pada akhir hari, posisi IMDA adalah salah satu yang harus dihormati," kata Adela.