Ratusan ribu penduduk Thailand berbaris di sekitar jalan Bangkok untuk menyaksikan prosesi pemakaman mendiang Raja Bhumibol Adulyadej yang wafat pada 13 Oktober tahun lalu.Dengan berpakaian serba hitam, para pelayat yang datang dari berbagai daerah itu rela bermalam di trotoar dekat Grand Palace agar bisa secara jelas melihat proses kremasi raja yang mereka cintai itu."Ini adalah ucapan selamat tinggal yang terakhir. Saya sangat mencintai dan merindukan raja. Perasaan ini sulit untuk dijelaskan," kata Pimsupak Suthin, seorang pelayat yang datang dari Provinsi Utara Nan ke Bangkok, dikutip dari laman Reuters, Kamis (26/10).Mayat Raja Bhumibol yang telah disemayamkan di istana sejak kematiannya setahun yang lalu, dipindahkan ke tempat kremasi kemarin malam.Prosesi pemakaman itu dimulai dengan dikeluarkannya sebuah guci emas dari aula Dusit Maha Prasart Throne oleh petugas yang berpakaian biru dan oranye yang berisi abu mendiang raja.Dalam prosesi itu, hadir juga Raja Maha Vajiralongkorn, putra tunggal Raja Bhumibol yang mewarisi tahta kerajaan, bersama dua putri dan anak laki-lakinya. Dia mimpin nyanyian religius saat guci itu dilepas oleh tentara dan dimasukkan ke sebuah kereta emas.Keluarga dan para anggota senior kerajaan Thailand kemudian berjalan mengikuti guci tersebut. Upacara berlangsung khidmat dan tenang.Prosesi ini disiarkan di semua stasiun televisi Thailand. Menurut seorang penanggung jawab upacara, sekitar 110.000 masyarakat telah berkumpul di dekat area kremasi sementara 200.000 lainnya berada di daerah yang berdekatan di pusat kota yang bersejarah.Wafatnya Raja Bhumibol meninggalkan luka terdalam tidak hanya bagi keluarga tetapi juga seluruh rakyat Thailand. Bagi rakyat, Raja Bhumibol adalah segalanya. Dialah sosok yang mempersatukan Thailand di tengah jatuh bangun kudeta terhadap perdana menteri. Walau tak turun langsung, sang raja selalu mengawal konstitusi di negaranya.Bhumibol didaulat menjadi raja tahun 1946 dan mulai naik tahta tahun 1950. Saat itu usianya baru 19 tahun. Dia langsung mendapat tempat di hati rakyat karena kesederhanaan dan perhatiannya pada masyarakat.Bhumibol tercatat sebagai raja paling lama berkuasa di dunia, yakni 70 tahun setelah menggantikan kakaknya Raja Ananda Mahidol pada 9 Juni 1946.Dia meninggalkan istri, Ratu Sirikit, 84 tahun, juga seorang putra pewaris takhta Pangeran Maha Vajiralangkorn dan tiga putri, Puteri Ubol Ratana, Puteri Maha Chakri Sirindhorn, dan Puteri Chulabhorn Walailak.
Ratusan ribu orang hadiri pemakaman mendiang raja Thailand
Dengan berpakaian serba hitam, para pelayat yang datang dari berbagai daerah itu rela bermalam di trotoar dekat Grand Palace agar bisa secara jelas melihat proses kremasi raja yang mereka cintai itu.
Rekomendasi