Gambar-gambar menyayat hati dibuat oleh anak-anak pengungsi Rohingya menunjukkan betapa mengerikannya pembersihan etnis yang terjadi di Negara Bagian Rakhine, Myanmar.Anak-anak tersebut menggambarkan bagaimana bentuk kekerasan yang mereka alami bersama dengan keluarga mereka selama berada di daerah konflik. Dalam salah satu gambar, seorang anak bernama Manzur Ali (11 tahun) menggambarkan bagaimana rasanya meninggalkan desanya di Boulibazar. Dia menggambar perempuan dengan kepala dipenggal sementara mereka yang melarikan diri ditembaki oleh tentara dan helikopter.
gambar anak rohingya ©Getty Images
Gambar lain dibuat oleh Kurshida (12 tahun). Dia menunjukkan rumahnya yang dibakar dan juga adik perempuannya yang baru lahir ditembak oleh tentara melalui goresan krayon.Gambar anak-anak tersebut mengungkapkan kenyataan yang begitu memilukan mengenai kekerasan yang terjadi di wilayah tersebut. Tidak seharusnya anak-anak malang tersebut mengalami kejadian semengerikan ini.Menurut UNICEF, lebih dari 1.400 anak telah melintasi perbatasan bersama orangtua mereka menuju ke tempat pengungsian. Banyak di antara mereka menunjukkan tanda-tanda trauma dan harus berjuang untuk berinteraksi dengan orang lain karena selalu merasa gemetar dan ketakutan.
gambar anak rohingya ©Getty Images
"Anak-anak itu sangat membutuhkan pertolongan karena banyak dari mereka yang merasa trauma setelah melihat kengerian itu di depan mata mereka sendiri," kata perwakilan UNICEF, seperti dilansir dari laman the Sun, Selasa (26/9).Berbagai lembaga bantuan mencoba untuk memulihkan anak-anak tersebut dengan cara menawarkan konseling serta menyediakan tempat untuk bermain dan bersantai sebagaimana dilakukan oleh anak-anak seusia mereka.Fatimah Khyrunnahar, relawan dari perlindungan anak UNICEF menyatakan saat ini pihaknya sedang mengatur tempat yang ramah anak bagi anak-anak Rohingya agar trauma yang mereka rasakan cepat hilang.Kendati demikian, lembaga bantuan juga mengkhawatirkan bahwa situasi akan kembali memburuk sebab banyak di antara anak-anak tersebut yang tidak lagi memiliki orangtua karena tewas selama melarikan diri.
Advertisement