Intel Korsel yakin Kim Jong-nam sudah 5 tahun jadi target pembunuhan

Intel Korsel yakin Kim Jong-nam sudah 5 tahun jadi target pembunuhan. Badan intelijen Korea Selatan (Korsel) memastikan kakak ipar Kim Jong-un, Kim Jong-nam sudah menjadi target pembunuhan sejak lima tahun lalu. Pernyataan itu disampaikan Direktur Dinas Intelijen Nasional (NIS) Lee Byung-ho di hadapan para legislator.

Yulistyo Pratomo
Oleh Yulistyo Pratomo - Reporter
Intel Korsel yakin Kim Jong-nam sudah 5 tahun jadi target pembunuhan
kim jong nam. ©telegraph

Badan intelijen Korea Selatan (Korsel) memastikan kakak tiri Kim Jong-un, Kim Jong-nam sudah menjadi target pembunuhan sejak lima tahun lalu. Pernyataan itu disampaikan Direktur Dinas Intelijen Nasional (NIS) Lee Byung-ho di hadapan para legislator Korsel.Dilansir harian Straits Times, Rabu (15/2), sudah terjadi sejumlah upaya pembunuhan yang dilakukan Pyongyang terhadap kakaknya sendiri sejak 2012 lalu. Sayangnya hal itu tidak bisa dilakukan sebab Jong-nam berada di bawah perlindungan pemerintah China, apalagi pria itu diyakini berusaha mengambil alih kekuasaan adiknya.Meski begitu, Lee mengaku tidak tahu Jong-nam dibunuh dengan cara apa. Sebab ada dua laporan yang menyebutkan Jong-nam dibunuh setelah wajahnya diusap dengan menggunakan kain serta disuntik."Ada satu usaha pada 2012, dan Jong-nam pada April 2012 mengirim surat ke Jong-un berisi 'tolong biarkan saya dan keluarga saya," kata Kim Byung-kee, anggota komite intelijen parlemen Korsel yang menghadiri pertemuan dengan NIS.Kakak tiri pemimpin tertinggi Korut, Kim Jong-nam tewas di Bandara Internasional Kuala Lumpur, Malaysia. Dia tewas karena disuntik racun.Kim Jong-nam adalah putra sulung dari Kim Jong-il, ayah Kim Jong-un. Dia tadinya disebut-sebut bakal menjadi pemimpin Korut selepas Kim Jong-il wafat. Namun pada 2001 dia ditangkap di Bandara Narita Tokyo, Jepang, setelah mencoba masuk ke Negeri Sakura dengan paspor Republik Dominika. Pada saat itu dia mengatakan ingin mengunjungi Disneyland di Jepang bersama keluarganya.Sejak kasus itu dia diusir ayahnya dan tinggal di Macau, Hong Kong, hingga Kim Jong-il mangkat pada 2011. Kim Jong-nam selama ini hidup bersembunyi karena khawatir adik tirinya, Kim Jong-un, memandang dia sebagai ancaman.Sebelum tewas, Jong-nam sempat mendatangi resepsionis untuk meminta bantuan. Dia mengaku kepalanya merasa pusing setelah ada orang asing menyeka wajahnya dari belakang."Kami belum tahu apakah itu kain atau suntikan, resepsionis hanya berkata seseorang memegang wajahnya, dia merasa pusing," ujar Kepala Kepolisian Selangor Fadzil Ahmat.

Rekomendasi