Ini alasan Indonesia harus jadi anggota tidak tetap DK PBB

Hal tersebut akan menjadi kebanggaan tersendiri bagi Indonesia.

Marcheilla Ariesta Putri Hanggoro
Ini alasan Indonesia harus jadi anggota tidak tetap DK PBB
DK PBB jatuhkan sanksi kepada Korut. ©2016 Merdeka.com

Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-71 dihelat di New York, pada 19 hingga 29 September 2016. Dalam sidang kali ini, Indonesia kembali berkampanye untuk menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB (DK PBB) untuk periode 2019-2020.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir mengemukakan beberapa alasan mengapa Indonesia patut berbangga menjadi salah satu anggota tidak tetap DK PBB.

"Terpilihnya suatu negara menjadi anggota tidak tetap DK PBB merupakan pengakuan dari negara-negara anggota PBB, jika negara yang ingin jadi anggota DK PBB berkontribusi terhadap perdamaian dunia," ujar pria akrab disapa Tata, saat ditemui di kantor Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Kamis (1/9).

Tata mengatakan Indonesia berkontribusi cukup besar untuk menjaga perdamaian dunia. Menurut dia, dengan masuk keanggotaan (DK PBB), suara Indonesia bisa didengar oleh negara anggota lainnya.

"Indonesia salah satu calon yang cukup kuat. Pertama, Indonesia berkontribusi dan masuk 10 besar negara yang mengirim pasukan DK PBB," ungkap Tata.

"Indonesia juga mendorong kepentingan Palestina, serta menjadi negara yang mendorong kesatuan ASEAN dalam menghadapi konflik di Laut China Selatan," sambung Tata.

Indonesia menjadi anggota tidak tetap DK PBB sebagai perwakilan kawasan di Asia. Untuk pencalonan di grup yang sama, Indonesia maju dengan Maladewa.

Indonesia sendiri pernah menjadi DK PBB selama tiga kali.

Diketahui, dalam Sidang Umum PBB kali ini, Indonesia akan diwakilkan Wakil Presiden Yusuf Kalla dan didampingi Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi.

Rekomendasi