Perundingan Code of Conduct (CoC) yang sedang dilakukan ASEAN dianggap tidak akan menyelesaikan masalah. Wakil Menteri Koordinator Kemaritiman Indonesia Havas Oegroseno menuturkan masalah yang ada di Laut China Selatan akan sangat sulit untuk diselesaikan.
"Kalau (CoC) menyelesaikan masalah engga mungkin lah. Masalah Laut China Selatan itu susah untuk diselesaikan," kata Havas saat ditemui di Shangrila Hotel, Jakarta, Senin (22/8).
Havas mengatakan CoC itu nantinya bisa mengelola masalah yang ada antara China dan ASEAN. Karenanya Havas mengatakan konflik di wilayah tersebut cukup sulit jika negara lain masih diam di tempat.
Pasalnya, konflik di ASEAN cukup rumit karena melibatkan banyak negara dan wilayah yang luas.
"Biasanya kalau rebutan pulau itu cuma dua negara, memperebutkan dua, tiga atau empat pulau. Sementara, konflik di Laut China Selatan antara enam negara, memperebutkan ratusan pulau dan batu karang," lanjut dia.
Meski demikian Havas mendorong perundingan CoC dan DoC harus segera diselesaikan agar tidak semakin melebar.
"Jadi yang harus dilakukan DoC dan CoC itu memanage, mengelola konlik. Harus segera selesai (perundingan) karena konfliknya itu kalau tidak ditangani dengan baik bisa jadi eskalasi," sambung Havas.
Konflik di Laut China Selatan memang sudah lama sekali terjadi antara lima negara ASEAN dan China. Konflik berkepanjangan ini masih terus membahas masalah CoC dan DoC.