Rob o'Neill, mantan tentara pasukan elit darat, laut dan udara Navy SEAL Amerika Serikat, yang mengklaim menembak mati pemimpin Al Qaidah Usamah Bin Ladin ditangkap dalam keadaan mabuk di balik kemudi.Polisi mendapat laporan warga yang mengabarkan ada seorang pria tertidur di parkiran mobil dua hari lalu di Montana, seperti dilansir stasiun televisi ABC News, Sabtu (9/4).Menurut Serif Butte-Silver Bow County George Skuletich, O'Neill terlihat seperti orang linglung saat ditemukan. "Dia seperti sedang dalam pengaruh sesuatu," kata dia.Ketika diperiksa, O'Neill gagal dalam tes kesadaran. Dia lalu menolak diberi tes lanjutan dan di penjara setempat dia kembali gagal dalam tes itu.Catatan penahanan menyebutkan dia ditangkap karena mabuk dalam berkendara pada Jumat pagi. Dia kemudian dibebaskan setelah membayar jaminan Rp 8,9 juta.Kantor berita the Associated Press (AP) melaporkan, O'Neil kemudian mengatakan dia tidak sedang mabuk tapi memang menelan obat tidur karena mengalami insomnia akut."Kebetulan waktunya tidak tepat, saya menyesali keputusan ini. Saya tidak berbuat kejahatan dan sudah mengajukan permohonan tidak bersalah," kata pernyataan dia seperti dikutip AP.O'Neill sebelumnya pernah mengklaim dia yang menembak mati Usamah Bin Ladin dalam operasi pada 2 Mei 2011 di Pakistan. Pentagon (Kementerian Pertahanan AS) kemudian mengatakan tidak jelas siapa yang menembak mati pemimpin Al Qaidah ketika itu.
Mantan tentara AS penembak Bin Ladin ditangkap karena mabuk di mobil
Dia mengaku minum obat tidur karena mengalami insomnia akut.
Rekomendasi