5 aksi toleransi lintas negara, buktikan muslim bukan teroris

Gerakan lintas agama di berbagai negara ini muncul karena aksi teror kerap menyudutkan umat Islam

Muhammad Radityo
Oleh Muhammad Radityo - Reporter
5 aksi toleransi lintas negara, buktikan muslim bukan teroris
Kampanye voyage avec moi di Prancis. ©Twitter

Serangkaian tragedi teror di berbagai belahan dunia kerap diartikan sebagai ulah kelompok muslim. Kemunculan kelompok militan berlatar agama Islam seperti ISIS semakin menyudutkan posisi agama yang terkenal cinta damai ini.Insiden teranyar adalah peristiwa serangan berdarah di Prancis akhir pekan lalu yang diklaim ISIS sebagai ulahnya. Jelas, semakin memperparah citra muslim di mata internasional. Terlepas dari hal tersebut, memang tidak semua orang memandang agama ini sebagai dalang dari ulah berbagai teror dunia. Mereka berpandangan dewasa pasti tahu dan mengerti, tidak ada satu agama pun yang menghendaki pertumpahan darah, teror, dan hal serupa lainnya.Lebih jauh, mereka yang sadar kerap kali membuat aksi kampanye secara meluas, mengajak setiap pasang mata di dunia terbuka. Media sosial seperti Twitter adalah jalan ampuh guna menggerakkan hal tersebut. Terbaru, muncul sebuah video yang menyadarkan kepada publik saat seorang pria mencoba meyakinkan bila insiden berdarah Prancis bukanlah ulah dari agama tertentu, terlebih Islam. Berikut 5 aksi toleransi kampanye muslim bukan teroris yang dirangkum merdeka.com dari berbagai insiden.

Dukung muslim, warga Australia kampanye #illridewithyou
WNI illridewithyou. ©2014 Merdeka.com

Warga Australia menggalang dukungan bagi muslimah di negeri itu setelah terjadi peristiwa penyanderaan di Kafe Lindt, Kota Sydney, kemarin. Mereka ramai-ramai mendukung tagar (tanda pagar) #illridewithyou di media sosial Twitter supaya warga muslim tidak merasa takut akan diteror ketika berada di luar rumah.Penyanderaan yang berlangsung selama 16 jam itu diakhiri dengan tewasnya pelaku dan dua sandera tadi malam waktu setempat.Seorang perempuan Australia bernama Rachel Jacobs memulai kampanye #illridewithyou yang menjadi topik paling banyak diperbincangkan nomor dua di Twitter kemarin, seperti dilansir majalah TIME, Selasa (16/12/2014).Rachel menuturkan kisahnya bagaimana dia memulai kampanye #illridewithyou itu."Kakak saya bekerja di Sydney dan kantor suami saya dekat dengan Martin Place, tempat penyanderaan itu. Saya tahu mereka berdua baik-baik saja," kata dia.Saat itu Rachel sedang berada di dalam gerbong kereta di Kota Brisbane, Australia. Tak jauh dari tempat dia duduk dia melihat seorang perempuan berjilbab pelan-pelan melepaskan peniti di kerudungnya."Saya menitikkan air mata melihat kejadian itu dan sekaligus merasa marah. Saat itulah langsung terlintas dalam pikiran saya untuk memasang status dengan tagar itu."Sepanjang perjalanan Rachel terus menatap perempuan yang sudah membuka jilbabnya itu. Dia merasa ingin berbicara tetapi tidak tahu apa yang harus dikatakan.Entah beruntung atau kebetulan, Rachel dan perempuan itu turun di stasiun yang sama. Saat itulah dia ingin mengatakan sesuatu buat menenangkan perempuan itu."Ketimbang mengomentari cara dia berpakaian, saya ingin menawarkan jalan bersama ke tempat tujuannya. Barangkali itu bisa menolong."Dalam kicauannya di Twitter kemarin Rachel menulis,"Saya mengejar perempuan itu di stasiun kereta. Saya bilang, 'Pakai lagi jilbab itu. Saya akan mengiringi kamu berjalan.' Dia lalu menangis haru dan memeluk saya selama kurang lebih satu menit. Lalu dia berjalan sendirian."

Seperti #illridewithyou, jagat Twitter diramaikan #voyageavecmoi
voyage avec moi. ©Twitter

Peristiwa penembakan di kantor tabloid Prancis Charlie Hebdo kemarin yang menewaskan 12 orang membuat pengguna dunia maya mengingat kembali peristiwa penyanderaan Sydney di Australia bulan lalu.Setelah peristiwa penyanderaan yang menewaskan dua sandera dan satu pelaku itu para pengguna media sosial Twitter diramaikan dengan tanda pagar (tagar) #illridewithyou yang menunjukkan solidaritas warga Australia terhadap kaum muslim. Mereka menunjukkan dukungan buat muslim yang khawatir terhadap serangan balasan.Begitu pula dengan penembakan Charlie Hebdo. Para netizen di Prancis kini tengah diramaikan dengan tagar #voyageavecmoi yang berarti sama dengan #illridewithyouMereka ingin menunjukkan perlindungan bagi warga muslim Prancis yang terancam serangan balasan."Rasanya menyenangkan melihat orang meluncurkan tagar #illridewithyou dalam bahasa Prancis #voyageavecmoi untuk menimbulkan keyakinan kepada kemanusiaan," kicau pengguna Twitter bernama Nadia Ali @nadiaalie"Mohon hati-hati dan bantu orang lain untuk ikut hati-hati. Tak seorang pun harus takut ketika berkendara," kata Michael Pizza Slice."Terinspirasi #illridewithyou, orang Prancis mulai pakai tagar #voyageavecmoi untuk solidaritas kepada muslim setelah penyerangan #CharlieHebdo," ujar Fatima Said.

Perempuan ini bela wanita muslim yang dihina di kereta
muslimah di Sydney dihina di kereta. ©Independent

Perempuan Australia di Kota Sydney bernama Stacy Eden berlaku cukup heroik ketika dia membela seorang wanita muslim yang mengenakan jilbab di dalam kereta.Seorang penumpang lain, perempuan lebih tua, menghina wanita muslim itu karena dia memakai hijab. Perempuan tua itu menuduh sang muslimah dan seorang lelaki di sebelahnya sebagai pendukung kelompok militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) karena memakai hijab.Eden merekam kejadian itu dengan ponselnya kemudian mengunggahnya ke laman jejaring sosial Facebook.Cuplikan video kejadian yang berlangsung kemarin itu dimulai dengan suara perempuan tua itu yang duduk di seberang perempuan muslim, seperti dilansir surat kabar the Independent, Kamis (16/4)."Kenapa kamu memakai hijab demi seorang pria yang menikahi anak enam tahun?" tanya si perempuan tua itu.Yang ditanya dan lelaki duduk di sebelahnya hanya diam saja, tapi Eden menjawab, "Dia memakai hijab karena keinginannya. Dia memakai itu karena ingin melindungi tubuhnya, bukan karena orang seperti Anda yang duduk di situ dan menghina dia."Perempuan tua itu masih saja menyampaikan penghinaannya."Anak-anakmu memenggal orang di Suriah," kata dia.Eden terdengar cukup kesal lalu menjawab,"Jangan hanya duduk saja dan menghina orang lain yang tidak ada hubungannya dengan itu. Jika Anda tidak bisa bilang hal-hal yang baik, jangan ngomong apa pun."Cuplikan video itu langsung menyebar di media sosial dan mendapat banyak pujian serta komentar. Mereka rata-rata memuji perbuatan Eden membela sang muslimah.

Dukung muslim, warga Australia bagikan seribu pin
Australia bagi pin dukung muslim. ©2014 Merdeka.com

Warga Australia menggelar aksi lanjutan berbentuk bagi-bagi pin buat menangkal sentimen anti-Muslim menyusul insiden penyanderaan di Sydney yang menewaskan tiga orang tempo hari.Tapi Negeri Kanguru pilih bersatu, lalu muncul tagar #illridewithyou yang mendukung warga muslim agar tak takut keluar rumah. Topik ini jadi pembicaraan paling panas di Twitter.Terinspirasi tagar itu, Stephanie Speirs asal Melbourne membuat 1.000 pin bertuliskan #illridewithyou. Dia lalu membagikannya ke pengguna kereta api listrik (KRL) di kota tersebut.Awalnya Speirs mengungkapkan idenya melalui komentar di jejaring sosial Facebook pada sebuah artikel mengenai gerakan media sosial. Dia berpikir jika pin akan jadi jalan komentar rasial tidak akan ditoleransi."Banyak orang mengatakan ide (membagi pin) bagus," ujar Speirs seperti yang dilansir dari ABC, Kamis (18/12/2014).Setelah mengirim surel penawaran ke sejumlah perusahaan pembuat pin untuk menyewa mesin pembuat lencana. Lalu ada sebuah perusahaan yang bersedia membuat 1.000 lencana untuk mendukung aksinya.Speirs mengatakan dia dan teman-temannya butuh waktu enam jam untuk menyelesaikan 1,000 pin dan mereka berniat untuk membagikannya kepada penumpang kereta di Stasiun Flinders Street di Melbourne, Australia.Islamofobia dikhawatirkan muncul kembali karena pelaku penyanderaan di Sydney ternyata orang Iran yang bersimpati pada ISIS.

Pemuda di Paris ajak ratusan warga pelukan, jelaskan agamanya Islam
kampanye memeluk muslim. ©2015 Merdeka.com

 Pemuda di Ibu Kota Paris berusaha mengajak warga yang terguncang atas serangan teror pekan lalu, untuk tidak buru-buru membenci komunitas muslim. Dia berdiri di kawasan Taman Place de la Rpublique, mengikat matanya, sambil membawa papan bertuliskan"Saya seorang muslim, saya disebut teroris. Saya percaya anda, apakah anda percaya saya? Jika percaya, silakan peluk saya."The Sun melaporkan, Rabu (18/11), ratusan orang mendekati pemuda itu lalu memeluknya. Ada yang menyemangatinya, ada juga pengunjung taman yang menangis di pelukan pemuda itu. Pemuda tak disebut namanya itu berdiri sejak pagi sampai petang.Pemuda tak disebut detail namanya itu mengaku terpukul atas aksi teroris ISIS membantai 129 orang di seantero Paris pekan lalu. Pada saat itu, dia sedang merayakan ulang tahun."Saya muslim dan saya tidak pernah membunuh orang lain. Saya sama terpukulnya dengan keluarga korban," ujarnya.Dia mengutuk tindakan ISIS membantai orang-orang tak berdosa di Paris. "Seorang muslim sejati tidak mungkin melakukan kejahatan semacam itu. Pembunuhan dilarang agama kami."Aksi memeluk seorang muslim pernah dilakukan di Kota Toronto, Kanada, Februari lalu. Respon warga tak jauh beda dengan Paris. Mereka percaya seorang muslim tidak sama dengan teroris.

Rekomendasi