Pria di London meneror toko berani jual Tabloid Charlie Hebdo

Shamim Ahmed (22) gerah melihat tabloid itu sering menghina Nabi. Dia dihukum percobaan dua tahun

Muhammad Radityo
Oleh Muhammad Radityo - Reporter
Pria di London meneror toko berani jual Tabloid Charlie Hebdo
Tabloid satir Charlie Hebdo terbit kembali. ©Reuters

Isi tabloid satir Charlie Hebdo memang meresahkan. Tidak sekadar membaut kartun lelucon Nabi Muhammad, kecaman kembali datang setelah media asal Prancis ini lantaran menerbitkan guyonan soal maskapai Rusia yang jatuh di Semenanjung Sinai, Mesir.

Kesal melihat ulah redaksi Charlie Hebdo, pemuda asal Inggris bernama Shamim Ahmed (22) mengancam merusak sebuah toko buku yang berani menjual tabloid tersebut di Ibu Kota London. Ancaman dilancarkan Ahmed melalui sambungan telepon dan surat elektronik, seperti dilaporkan Kepolisian Scotland Yard.

Memperoleh ancaman tersebut, toko buku itu melaporkan Ahmed kepada pihak berwajib. Polisi yang sigap langsung mengamankan Ahmed di rumahnya di Stepney, London timur.

"Kami menangkap pemuda ini beserta sekumpulan barang bukti yang terhubung dengan kasus ini di rumahnya," ujar detektif, seperti dikutip Mirror, Selasa (10/11).

Dalam persidangan, Ahmed mendapat dua tuduhan dalam kejahatan bidang komunikasi, serta divonis penjara 20 minggu, dengan percobaan selama dua tahun yang dijatuhi Pengadilan Hammersmith Magistrates.

"Hal yang dilakukan Ahmed adalah sebagian dari aksi teror dan merupakan intimidasi pembatasan hak kebebasan bersuara," tukas Komandan Richard Walton, Polisi Anti-Teror Metro Inggris.

Rekomendasi