Pemerintah Amerika Serikat menyesalkan komentar Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, soal sosok di balik pembantaian Yahudi pada Perang Dunia II. Netanyahu sempat menuding Pemimpin Nazi, Adolf Hitler, hanya menuruti saran Mufti Agung Yerusalem, Haj Amin al-Husseini untuk membantai penduduk Yahudi.
Juru bicara Gedung Putih, Eric Schultz, menilai komentar petinggi Zionis itu tidak memiliki dasar sejarah yang sahih. AS tetap berpegang pada fakta keras bahwa pembantaian lebih dari 6 juta Yahudi secara sistematis dilakukan oleh kebijakan Nazi.
"Tidak ada keraguan dari kami siapa yang bertanggung jawab atas Holocaust," kata Schultz seperti dilansir Stasiun Televisi Al Arabiya, Jumat (23/10).
Lebih dari itu, Pidato Netanyahu di hadapan Kongres Zionis tiga hari lalu akan menyulut konflik di Timur Tengah. Negeri Paman Sam merasa sekutu mereka itu sudah kelewatan.
"Kami menekankan pada setiap pemimpin baik mewakili publik ataupun individu, agar dapat mencegah bahasa retorika yang bersifat menuduh atau menyulut kekerasan," imbuh Schultz.
Dalam keterangan terpisah, Menteri Luar Negeri AS, John Kerry telah menemui Netanyahu di Ibu Kota Berlin, Jerman tadi malam waktu setempat. Tidak jelas apakah komentar ngawur Netanyahu dibahas.
"Kita lihat sendiri dalam pidato tersebut, tidak ada bukti ilmiah untuk membuktikan tudingan perdana menteri Israel," kata Jubir Kemenlu AS, John Kirby.