Di Republik Dominika, anak gadis berubah jadi pria saat puber

Ilmuwan menilai fenomena tumbuhnya penis tercatat sejak 70-an ini dipicu kelainan enzim saat kehamilan

Muhammad Radityo
Oleh Muhammad Radityo - Reporter
Di Republik Dominika, anak gadis berubah jadi pria saat puber
Perubahan kelamin di Dominika. ©2015 Merdeka.com

Fenomena aneh terjadi di Republik Dominika, ketika bayi yang terlahir sebagai seorang perempuan dapat 'berubah' kelamin menjadi laki-laki. Sekitar dua persen bayi yang terlahir di Desa Salinas terlahir dengan kondisi demikian. Konon, perubahan kelamin dikarenakan mereka kehilangan kekurangan enzim selama periode kehamilan sang ibu.

Fenomena transisi ini biasa disebut Guevedoces atau munculnya penis di usia 12 tahun. Salah seorang yang mengalami perubahan kelamin itu adalah Johnny (24). Pria ini dulunya terlahir sebagai seorang perempuan dengan nama Felicity oleh orangtuanya.

"Pada mulanya dokter tidak mengetahui jenis kelamin saya, namun saya lebih merasa jika saya adalah seorang pria," tuturnya melalui BBC, seperti dikutip dari the Daily Mail, Minggu (20/9).

Kasus lain yang terjadi menimpa seorang bernama Carla. Pria ini terkena Guevedoces saat menginjak usia ke sembilan, setelah terlahir sebagai perempuan. Akibatnya, Carla harus merubah identitasnya menjadi pria seutuhnya dengan mengganti namanya menjadi Carlos.

Fenomena unik itu tercatat mulai terjadi pada 1970-an. Seorang peneliti dari Unviersitas Cornell, AS, mengunjungi pulau ini. Para bayi diprediksikan terlahir dengan kelamin pria setelah delapan minggu berkembang di rahim sang ibu, namun terpicu perubahan oleh hormon dihydro-testosterone. Namun sebaliknya, para bayi yang tidak memiliki enzim pemicu itu akan terlahir sebagai wanita.

"Mereka (para bayi) tidak mempunyai bentuk kelamin layaknya penis pada umumnya, hingga mereka mencapai masa puber oleh desakan hormon testosteron," tutur peneliti tersebut.

Rekomendasi