6 hal ini paling khas dari Singapura, jarang ada di negara lain

Bahasa campuran, tanda tisu, sampai antre untuk segala hal. Sebagian kebiasaan ini patut ditiru Indonesia

Ririn Radiawati
Oleh Ririn Radiawati - Reporter
6 hal ini paling khas dari Singapura, jarang ada di negara lain
Simbol Singapura, Patung Merlion. ©singaporewhisky.blogspot.com

Meskipun hanya seluas Jakarta, Singapura adalah negara hasil percampuran beberapa budaya yang mewakili etnis dari penduduknya, antara lain Tionghoa, India (Tamil), dan Melayu.

Mengingat statusnya sebagai percampuran berbagai budaya, terdapat beberapa kebiasaan yang menjadikan Singapura unik dan memiliki beberapa hal yang tidak ada di negara lain, termasuk Indonesia.

Jika berkunjung ke Singapura, hal-hal tersebut banyak dijumpai di hampir semua sudut negara yang juga dijuluki "titik kecil merah (Little Red Dot)" ini. Berikut rangkumannya oleh merdeka.com:

1.Singlish

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Singlish adalah hal yang paling unik yang terkenal dari Singapura. Singlish atau Singapore-English adalah cara orang Singapura menggunakan bahasa Inggris dengan beberapa campuran bahasa Hokkien dan Malaysia. Tata bahasa Singlish, meskipun bahasa Inggris, tidak sesuai dengan tata bahasa bahasa Inggris asli.

Selain menambahkan akhiran seperti "lah", "leh", "lor" dan akhiran lain dalam kalimat juga terdapat beberapa istilah Hokkien yang masih dipakai untuk menggantikan beberapa kata seperti "tapau" yang berarti "makanan dibungkus/dibawa pulang".

2.Antre, antre, antre untuk segala hal

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Budaya antre memang bagus, serta dipraktikan nyaris semua negar amaju. Namun, orang Singapura sangat gemar antre. Mereka biasanya berasumsi bahwa sebuah toko atau restoran yang mempunyai antrean yang panjang adalah hal yang patut untuk ditunggu. Mereka mampu mengantre beberapa jam hanya untuk hal yang mereka inginkan.

Kebiasaan antre ini sudah menjadi hal yang biasa sehingga bahkan sering menjadi bahan candaan di Singapura. Restoran atau makanan adalah hal yang paling sering mempunyai antrean yang sangat panjang.

3.Menandai tempat dengan tisu

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Jika Anda tengah mengunjungi restoran dan menemukan meja yang terdapat tisu di atasnya, sebaiknya Anda jangan duduk di situ. Pasalnya, seseorang dengan sengaja meninggalkan tisu dan bermaksud untuk menandai tempat itu sebagai tempat duduknya.

Memang kebiasaan ini agak unik, tapi umum dilakukan di Singapura.

Apa lagi tiga hal paling unik dari Singapura? Klik selanjutnya....

Berikut ini juga termasuk fenomena unik yang jarang ada di negara lain.

4.Hawker, solusi jajan irit di Singapura

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Hawker atau semacam foodcourt adalah tempat yang umum dijumpai di Singapura. Hawker adalah tempat di mana pedagang makanan setara kaki lima menjajakan makanannya. Biasanya berbentuk bangunan terbuka dengan atap dan terdapat banyak tempat duduk di tengahnya.

Jika Anda berkunjung ke Singapura dan malas untuk makan di restoran yang mahal, Hawker adalah alternatif yang sangat tepat untuk makanan dengan harga "miring".

Untuk satu porsi makanan hanya dihargai sekitar SGD 4-6 atau sekitar Rp 40.000 hingga Rp 60.000. Harga tersebut lebih murah bila dibandingkan jika Anda makan di restoran di mana Anda harus merogoh kocek minimal SGD 10 atau sekitar Rp 100.000 per porsi.

5.Transportasi umum terintegrasi


Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Singapura telah mempunyai sistem transportasi yang bagus dan terintegrasi. Mass Rapid Transit (MRT) dan halte bus selalu terhubung. Baik untuk jalur transit maupun pembayarannya, yaitu menggunakan kartu EZ Link.

Selain terintegrasi, transportasi di Singapura juga nyaman dan bersih juga termasuk tepat waktu terutama untuk MRT. Demikian pula bus. Calon penumpang akan selalu mendapat informasi termutakhir perkiraan waktu bus datang dalam papan pengumuman.

6."Paman" dan "Bibi"


Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Jika di Indonesia kita menyapa orang dengan sapaan "pak" atau "bu", di Singapura memakai "aunty (bibi)" dan "uncle (paman)". Sebagai contoh, jika Anda naik taksi di Singapura, Anda bisa menyapa sang supir taksi dengan sebutan "uncle".

Rekomendasi