Pemerintah Australia segera mengirim nota protes resmi atas beredarnya swafoto (selfie) Kapolres Denpasar Djoko Hari Utomo dengan dua terpidana mati Bali Nine di atas pesawat. Foto itu diduga diambil kemarin (4/3) pagi di atas pesawat charter Wings Air, saat Andrew Chan dan Myuran Sukumaran akan diterbangkan ke Lapas Nusakambangan.
Sekretaris Kementerian Luar Negeri Australia Peter Varghese menilai munculnya foto itu sangat tidak patut dan mencederai perasaan publik Negeri Kanguru.
"Selain itu, cara Kejaksaan Agung RI memindahkan dua pemimpin Bali Nine itu dianggap berlebihan," kata Varghese seperti dilansir situs berita ABC, Kamis (5/3).
Di kesempatan terpisah, Menteri Luar Negeri Australia Julie Isabel Bishop juga mengutarakan keberatan atas perlakuan yang diterima Andrew dan Myuran ketika dipindah.
Indonesia mengerahkan ratusan personil brigade mobil polisi, TNI, serta mengamankan kedua penyelundup narkoba itu di pesawat laiknya tahanan teroris selama di Bali hingga tiba di Cilacap.
Bishop merasa hatinya terluka melihat dua warganya diperlakukan demikian.
"Saya tidak bisa memahaminya. Mereka itu adalah narapidana yang menjadi sosok panutan di penjara. Mereka juga tidak terbukti membahayakan orang lain. Cara mereka dipindahkan ke lokasi eksekusi itu sangat sulit dipahami," ungkapnya.
Foto selfie Kapolres Djoko dengan kedua terpidana mati memicu hujatan dari publik Australia. Selain diungkapkan melalui dunia maya, anggota parlemen Negeri Kanguru sudah menyatakan perilaku polisi Indonesia tidak pantas.
"Dalam kondisi menjelang eksekusi, terlihat foto pejabat kepolisian Indonesia yang sedang tersenyum di hadapan kedua terpidana mati yang gelisah. Sangat disesalkan," kata legislator Phillip Ruddock dari Partai Liberal.