Bandara Diblokir, Iran Peringatkan Jalur Udara Kawasan Bisa Lumpuh

Buntut pembatasan akses maskapai oleh UEA hingga Irak, Teheran tegaskan tak akan tinggal diam atas kebijakan bermusuhan yang memihak AS.

Idris Rusadi Putra
Oleh Idris Rusadi Putra - Reporter
Bandara Diblokir, Iran Peringatkan Jalur Udara Kawasan Bisa Lumpuh
Sejumlah otoritas Penerbangan Sipil Umum, termasuk Uni Emirat Arab (UEA) atau General Civil Aviation Authority (GCAA) juga telah mengumumkan penutupan sementara sebagian wilayah udara, seiring meningkatnya aksi militer di Timur Tengah. Tampak dalam foto, para penumpang membawa tas mereka di terminal kedatangan Bandara Internasional Rajiv Gandhi di Hyderabad pada Minggu 1 Maret 2026 ketika dua maskapai penerbangan swasta terbesar India, IndiGo dan Air India, menangguhkan penerbangan ke semua tujuan di Timur Tengah. (Noah SEELAM/AFP)

Pemerintah Iran melemparkan peringatan tegas terkait potensi kekacauan jalur udara di kawasan Timur Tengah. Teheran menegaskan bahwa lalu lintas penerbangan regional dapat terganggu secara menyeluruh jika armada maskapai mereka tetap diblokir dari akses penerbangan dan fasilitas layanan bandara.

Penasihat Senior Pemimpin Tertinggi Iran, Mohammad Mokhber, menegaskan bahwa Iran menolak keras sikap negara-negara tetangga yang membekor kebijakan bermusuhan Amerika Serikat terhadap negaranya.

"Strategi kami dalam masalah ini jelas, perjalanan udara di kawasan ini tersedia bagi semua pihak atau tidak bagi siapa pun. Jika Iran tidak dapat melakukan perjalanan udara dan menerima layanan bandara, maka tidak ada negara di kawasan ini yang dapat melakukannya juga," kata Mokhber dalam unggahannya di platform X.

Ia menambahkan, keputusan negara-negara di kawasan yang memilih berpihak pada AS dalam menjalankan "kebijakan bermusuhan" ini tidak akan pernah dilupakan oleh rakyat Iran.

Pernyataan keras Mokhber ini menyulut respons atas meluasnya pembatasan operasional maskapai penerbangan Iran dalam sepekan terakhir menyusul sanksi internasional dari Washington.

Sebagai dampaknya, Bandara Internasional Najaf di Irak mendadak menangguhkan seluruh rute penerbangan dari dan menuju Iran pada Jumat (25/9) hingga batas waktu yang belum ditentukan, merujuk pada instruksi otoritas setempat.

Langkah Uni Emirat Arab

Langkah serupa diambil Uni Emirat Arab (UEA) yang lebih dulu menghentikan sementara seluruh operasional penerbangan maskapai dari dan ke Iran pada Kamis (24/9). Otoritas Penerbangan Sipil Umum UEA mengonfirmasi bahwa penangguhan tersebut merupakan buntut dari sanksi yang dijatuhkan AS terhadap penerbangan Iran.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent sebelumnya menyatakan bahwa seluruh aktivitas operasional maskapai penerbangan Iran di ranah global dihentikan mulai 23 September. Tindakan ini merupakan bagian dari paket sanksi baru AS di tengah upaya mengakhiri konflik perang AS-Israel melawan Iran.

Meskipun sempat ada nota kesepahaman pada Juni lalu untuk menuju perdamaian akhir, proses perundingan kini menemui jalan buntu. Kebuntuan tersebut dipicu oleh ketidaksepakatan mendasar mengenai hak navigasi di Selat Hormuz—salah satu perairan paling strategis di dunia untuk arus pasokan energi dan komoditas global.

Rekomendasi