Sejumlah kota yang ditinggalkan penduduknya kini menjadi daya tarik wisata di beberapa negara. Tempat-tempat itu ada yang dilarang dikunjungi oleh pihak berwenang setempat, tapi ada juga kota hantu yang bisa didatangi para turis.Tertarik menguji nyali dengan mendatangi kota-kota itu? Di mana saja kota-kota hantu itu berada? Simak ulasannya berikut ini, seperti dilansir dari oddee.com
Advertisement
Kolmanskap, Namibia
Kolmanskop merupakan kota hantu di selatan Namibia. Letaknya hanya beberapa kilometer dari pelabuhan Luderitz. Pada 1908 orang-orang di pelabuhan berbondong-bondong menuju padang pasir Namib demi mencari berlian dan memang melimpah di sana. Dalam dua tahun saja, orang-orang Luderitz mampu membangun kota di tengah padang pasir dengan baik termasuk menyediakan prasarana tempat judi, sekolah, rumah sakit, serta rumah-rumah eksklusif.
Namun saat perang dunia pertama jual beli berlian menjadi terhenti. Kegiatan perekonomian kota menurun, dan kebutuhan hidup tidak lagi bisa dipenuhi sebab perang membuat krisis. Pada 1950 banyak orang mulai meninggalkan kota itu. Kota ini sedikit demi sedikit kembali tertimbun pasir dan hanya menyisakan sebuah bangunan nampak seperti gedung teater masih berdiri. Selebihnya rusak digerus pasir, bahkan ada yang sudah tenggelam.
Turis ingin mengunjungi kota hantu ini dilarang pergi malam-malam. Selain karena medan padang pasir yang kurang bersahabat, konon kota ini dihuni mereka yang tidak kasat mata.
Advertisement
San Zhi, Taiwan
Di utara Taiwan pernah dibangun sebuah kampung bernuansa masa depan (futuristik) dengan bangunan mirip obat tablet. Awalnya ini hanya sebagai tempat peristirahatan mewah untuk para taipan Taiwan. Namun banyak kecelakaan fatal saat proyek pembangunannya berlangsung akhirnya dihentikan.
Pembangunan ditambah mengalami kesulitan dana dan sumber daya manusia. Akhirnya proyek tempat ini benar-benar dihentikan. San Zhi menjadi kota mati dan konon dihuni para hantu dari para pekerja yang tewas saat membangun kota itu.
Advertisement
Prypiat, Ukraina
Kota besar di tempat paling terasing di Ukraina utara ini merupakan bekas perumahan para pekerja kawasan nuklir Chernobyl. Kawasan ini langsung menjadi kota mati setelah terjadi bencana nuklir menewaskan hampir 50 ribu jiwa.
Kini lokasi itu menjadi museum dan bagian sejarah erat kaitannya dengan Uni Sovyet. Nampak terlihat bangunan apartemen, kolam renang, rumah sakit, dan lainnya hancur. Semua isi dalam bangunan ditinggalkan begitu saja seperti pelbagai dokumen, televisi, mainan anak, pakaian, serta benda-benda lain.
Advertisement
Oradour Sur Glane, Prancis
Sebuah perkampungan kecil bernama Oradur Sul Glane terletak di Prancis menjadi saksi bisu kekejaman perang dunia ke II. Sekitar 624 dibantai tentara Jerman sebagai bentuk pembalasan atas perlakuan Negeri Menara Eiffel itu.
Jerman saat itu hendak menyerang di perbatasan Oradour Sul Glane namun kota ini malah diporak porandakan. Hingga kini kota mati itu menyisakan puing bangunan dan kehidupan sunyi menyeramkan.