Ukraina nampaknya harus membayar mahal keteguhan mereka untuk bergabung dengan Uni Eropa dan memutuskan hubungan dagang ke Rusia. Kini wilayah mereka terancam lantaran banyak tempat sudah mengungkapkan keinginan bergabung dengan Ibu Kota Moskow.Negara berbendera biru-kuning itu nampaknya tidak belajar dari kasus wilayah Krimea yang kini bergabung dengan Rusia. Ini lantaran masyarakat Krimea ogah mengikuti seruan Ibu Kota Kiev agar bekerja sama dengan Uni Eropa. Bagaimana tidak? Kesatuan negara di benua itu tengah dilanda krisis menyebabkan ribuan pemuda menganggur lantaran ketidakstabilan ekonomi serta sulitnya lapangan pekerjaan. Krimea berpendapat memutuskan dagang dengan Rusia sebuah langkah bodoh. Negeri Beruang Merah secara ekonomi jauh lebih 'tenang' ketimbang Uni Eropa, demikian dilansir kantor berita Reuters (8/4). Lepasnya Krimea ternyata membawa dampak lebih luas lagi bagi Ukraina. Tak disangka puluhan ribu orang pendukung Rusia di pelbagai wilayah negara itu tiba-tiba bersuara lantang. Selanjutnya Kota Donetsk di wilayah Timur menyatakan keinginan mereka bergabung dengan Istana Kremlin.Gerakan pro-Rusia di Donetsk bergerak cepat menyerbu dan menduduki gedung-gedung pemerintahan termasuk markas militer di wilayah Lugansk. Bahkan pemimpin gerakan menyebarkan rekaman lewat situs berbagi video Youtube soal tuntutan mereka memiliki negara berdaulat. "Saya nyatakan pembentukan negara berdaulat Republik Rakyat Donetsk," ujar pemimpin kelompok pendukung Kremlin tidak disebutkan namanya ini.Presiden sementara Ukraina Alexander Turchynov menuding Moskow berada di balik tuntutan warga Donetsk sementara Amerika Serikat menyerukan agar Rusia tak lagi membuat kekacauan di negara itu atau Gedung Putih akan menjatuhkan sanksi.Tudingan itu jelas salah alamat. Sama seperti saat Krimea ingin bergabung dengan Rusia. Warga secara sadar menginginkan tetap setia pada Moskow dan hal paling dilupakan Ukraina, begitu banyak wilayah di sana yang masyarakatnya sudah banyak dihuni warga Kremlin. Mereka bisa kapan saja menggelar referendum agar bisa bergabung secepatnya dengan Negeri Beruang Merah itu.
Bayaran mahal pengkhianat
Ukraina terancam terbelah-belah sebab lebih memilih Uni Eropa dan barat.
Advertisement
Rekomendasi