Meski sudah lebih dari satu bulan Topan Super Haiyan menghantam sebelah timur Visayas, Filipina, dan daerah di sekitarnya, pihak berwenang dikabarkan masih menemukan beberapa jenazah lainnya, dengan jumlah korban tewas sampai hari ini mencapai 6.057 jiwa.
Dewan Penanganan dan Penanggulangan Risiko Bencana Nasional Filipina menyatakan bahwa 1.779 orang masih dinyatakan hilang. Sementara 27.468 lainnya terluka akibat hantaman topan terkuat di dunia pada tahun ini, seperti dilansir situs asiaone.com, Ahad (15/12).
Lebih dari 16 juta orang terpengaruh akibat hantaman topan, di mana 3,9 juta lainnya mengungsi. Setidaknya 100 ribu orang di antaranya masih tinggal di pusat-pusat evakuasi.
Sementara laporan tekait jumlah rumah yang rusak, yang telah melewati verifikasi lembaga terkait, menyatakan 551.453 rumah hancur total, sedangkan 591.437 rumah lainnya rusak sebagian.
Meskipun bandara yang terkena hantaman topan telah berfungsi kembali secara penuh, operasional di Bandara Udara Tacloban City masih terbatas.
Tantangan terbesar bagi daerah yang terkena hantaman topan adalah kerusakan infrastruktur dan sektor pertanian, di mana tanaman senilai sekitar Rp 1,9 miliar dan lahan rusak, sementara biaya kerusakan prasarana telah mencapai Rp 3,9 miliar.