Pegiat Tunisia akhirnya tobat dari Femen

Dia mengatakan kelompok Femen itu hanya Islamofobia.

Pandasurya Wijaya
Oleh Pandasurya Wijaya - Reporter
Pegiat Tunisia akhirnya tobat dari Femen
Amina Tyler Femen Tunisia. ©terrafemina.com

Amina Sboui alias Amina Tyler, pegiat Tunisia yang sempat menjadi anggota Femen, akhirnya bertobat. Dia hari ini mengatakan telah meninggalkan kelompok radikal itu. Amina yang sebelumnya ditahan selama tiga bulan menuding kelompok itu Islamofobia."Saya tidak mau nama saya dikaitkan dengan organisasi Islamofobia," kata dia kepada HUffington Post, seperti dilansir stasiun televisi Al Arabiya, Selasa (20/8)."Saya tidak suka mereka (Femen) meneriakkan 'Amina Akbar, Femen Akbar' di depan kedutaan Tunisia di Prancis," kata dia.Amina juga mengecam pembakaran bendera berkalimat tauhid yang menegaskan Tiada Tuhan selain Allah di depan sebuah masjid di Paris."Perbuatan itu melukai banyak umat Islam dan teman-teman saya. Kiat harus menghormati agama siapa pun," ujarnya.Amina sebelumnya ditahan karena menulis kata "Femen" di sebuah dinding pemakaman sebagai bentuk protes pertemuan kelompok Salafi Mei lalu di Kota Kairouan.Dia kemudian dibebaskan awal bulan ini. Sidangnya untuk sementara ditunda.Amina juga mempertanyakan transparansi keuangan kelompok Femen yang didirikan di Ukraina dan kini bermarkas di Paris. "Saya tidak tahu bagaimana pendanaan kelompok ini. Saya bertanya kepada Inna Shevchenko (pemimpin Femen) tapi dia tidak memberi jawaban jelas. Saya tidak mau menjadi anggota organisasi yang tidak jelas pendanaannya. bagaimana jika organisasi ini didanai Israel? Saya ingin tahu," kata Amina.Amina pada awal tahun ini sempat memicu kontroversi di Tunisia lantaran dia mengunggah foto telanjang dadanya di media sosial Facebook.

Rekomendasi