Tersangka kasus bom meledak di Kota Boston, Negara Bagian Massachusetts, Amerika Serikat, Dzhokhar Tsarnaev menjalani sidang pertamanya. Dia diajukan 30 pertanyaan seputar kasus menewaskan tiga orang dan melukai 264 lainnya.
Situs nydailynews.com melaporkan, Rabu (10/7), penjagaan Tsarnaev diperketat saat menuju ruang sidang pengadilan waterfront. Dia bisa diganjar hukuman mati sebab memiliki senjata membunuh massa.
Sebelum sidang digelar Tsarnaev ditahan dan dirawat di penjara rumah sakit di Boston. Dia mengalami luka di bagian telinga hingga membuatnya sedikit kurang pendengaran.
Selain mengakibatkan kehilangan nyawa seseorang Tsarnaev juga didakwa atas pembunuhan penjaga keamanan di Institut Teknologi Massachusetts saat melarikan diri dari kejaran polisi. Di tempat ini pula kakaknya Tamerlan tewas.
Tsarnaev sebenarnya bisa melarikan diri namun dia terluka parah dan akhirnya bersembunyi di sebuah perahu milik warga sebelum ditemukan polisi 19 April lalu.