Jutaan warga Iran hari ini akan memberikan suara mereka dalam pemilihan presiden.
Situs bbc.co.uk melaporkan, Jumat (14/6), meski keenam calon yang ada dipandang sebagai konservatif, namun salah satu di antaranya, seperti Ulama Hassan Rowhani, telah menjangkau kelompok reformis dalam beberapa hari terakhir.
Pemilihan presiden kali ini akan memutuskan siapa pengganti Mahmoud Ahmadinejad, yang sudah dua kalimenjabatpresiden Negeri Mullah itu.
Selama delapan tahun masa kekuasaannya, pemerintahan Ahmadinejad ditandai dengan gejolak ekonomi dan pemberian sanksi dari dunia Barat atas program nuklir yang dianggap kontroversial.
Pemungutan suara akan dibuka mulai pukul 08.00 waktu setempat atau 10.30 waktu Jakarta, dan ditutup pada pukul 18:00 waktu setempat atau 20.30 waktu Jakarta. Lebih dari 50 juta warga Iran memenuhi syarat untuk memberikan suara mereka.
Namun, tidak ada pengamat asing yang akan memantau proses jajak pendapat. Selain itu, muncul kekhawatiran bahwa liputan media dalam proses pemungutan suara dinilai tidak adil.
Banyak surat kabar reformis telah ditutup. Sementara akses ke Internet dan penyiaran asing dibatasi, dan wartawan ditahan.