Tujuh waria Pakistan ikuti pemilu

Kehadiran para waria ini dapat menjadi terobosan penting untuk memperjuangkan hak mereka di negara Islam konservatif.

Vincent Asido Panggabean
Tujuh waria Pakistan ikuti pemilu
Sanam Faqeer. alarabiya.net

Walaupun hidup dengan cap sebagai penari, pengemis, dan pekerja seks, namun komunitas waria di Pakistan saat ini mencoba untuk mengejutkan dunia perpolitikan di negara itu dengan mendaftar dalam pemilihan umum untuk pertama kalinya.

Stasiun televisi Al Arabiya melaporkan, Kamis (18/4), meski hanya ada tujuh waria dari 23 ribu kandidat dan membuat mereka sulit terpilih, namun kehadiran para waria ini dapat memeriahkan kampanye dan menjadi terobosan penting untuk memperjuangkan hak-hak mereka di negara Islam konservatif.

"Rakyat tidak percaya kami bisa melakukan korupsi, sebab kami tidak memiliki anak dan keluarga," ujar waria yang mencalonkan diri melalui jalur perorangan, Sanam Faqeer, dari Kota Sukkur.

Hina Nabi Muhammad, puluhan rumah Kristen di Pakistan dibakar
Nikahi presenter Pakistan, duta besar Austria masuk Islam

"Kami tidak perlu mengumpulkan kekayaan dan membangun vila untuk keturunan kami dengan mencuri uang rakyat seperti apa yang dilakukan politikus lainnya."

Pada 2009 lalu Mahkamah Agung Pakistan mengakui komunitas ini sebagai jenis kelamin ketiga dan meminta mereka mengeluarkan kartu identitas yang berbeda. Keputusan itu langsung dielu-elukan sebagai keputusan bersejarah di sebuah negara yang berjuang melawan pelanggaran dan kekerasan terhadap hak asasi.

Saat ini Faqeer telah berhenti sebagai penari dan fokus untuk melakukan kampanye dalam pemilihan umum yang bakal digelar pada 11 Mei mendatang. Dia juga menyebut berpolitik merupakan hal yang lebih serius.

"Tujuan saya adalah untuk memberikan keadilan kepada rakyat miskin, warga lanjut usia, membangun pemerintahan bersih, dan menghapus pengangguran. Setelah terpilih, saya akan membuat kota ini bersih dan mengakhiri kekacauan lalu lintas," ujar Faqeer saat ditemui di kantornya.

Di Pakistan, ada sekitar 500 ribu Orang Kasim, yakni sebuah komunitas yang terdiri dari lelaki yang dikebiri, manusia berkelamin ganda, waria, dan homoseksual. Mereka biasanya dibayar untuk mengisi acara kelahiran seorang anak laki-laki atau untuk menari di pesta pernikahan.

Ayah Faqeer, yang menerapkan peraturan dengan ketat, hanya merawat anak-anaknya di dalam rumah untuk diajarkan Al Quran. Dia kerap mendapat penganiyaan oleh saudaranya lantaran memiliki sifat perempuan.

Setelah ayahnya meninggal, saudara laki-laki Faqeer mengusir dia saat umurnya 15 tahun. Dia kemudian diasuh oleh anggota terkemuka dari komunitas waria.

Dia kemudian mengganti namanya, mulai memanjangkan rambut, dan secara permanen berpakaian layaknya seorang wanita. Dia menghabiskan tahun-tahun berikutnya bekerja sebagai penari dan pelacur

Faqeer kemudian membuka bisnis tekstil dan mulai memasok sprei serta pakaian wanita dari pintu ke pintu. Hal ini membuat dirinya lebih dikenal. Dia juga memperlebar sektor usahanya ke bidang kesejahteraan, di mana dia menyediakan perawatan bagi para orang tua dan mendaftarkan badan amalnya itu pada 2009.

"Saya memutuskan untuk hidup bagi orang lain. Sebab semua orang hidup untuk diri mereka sendiri, tetapi tidak ada yang mau mengorbankan hidup mereka bagi orang lain," ucap Faqeer.

Setelah berhasil mencuri hati komunitas waria dan ratusan warga miskindi Kota Sukkur, Faqeer mengatakan masyarakat akhirnya meminta dirinya untuk maju dalam pemilihan umum.

Rekomendasi