Sekitar 25 ribu warga muslim kemarin merusak dan membakar sedikitnya lima kuil Buddha dan rumah-rumah penduduk penganut agama itu di Ramu, kota kecil berjarak sekitar 350 kilometer dari Ibu Kota Dhaka, Bangladesh. Mereka mengamuk lantaran seorang pemuda Buddha mengunggah foto menghina Alquran di media sosial Facebook. "Mereka marah dan menyerang rumah-rumah warga Buddha, membakar dan merusak kuil-kuil mereka dari tengah malam hingga Ahad pagi," kata pejabat setempat bernama Joinul Bari kepada situs the Globe and Mail, Senin (1/10). Dia menambahkan setidaknya seratus rumah rusak. Polisi antihuru-hara bergegas diterjunkan ke wilayah itu. Mereka melarang warga berkumpul untuk mengantisipasi kerusuhan lanjutan. Insiden di Bangladesh ini menambah panjang daftar kekacauan akibat penghinaan terhadap Islam. Ribuan umat muslim di pelbagai negara sebelumnya berunjuk rasa karena film the Innocence of Muslim yang menggambarkan Nabi Muhammad penipu, tukang merayu, dan suka berperang. Kontroversi belum reda, majalah sinis dari Prancis, Charlie Hebdo, melansir lagi serangkaian kartun nabi, tidak serupa disusul oleh mingguan asal Spanyol.Pemuda diduga memicu kerusuhan itu bersembunyi. Dia mengatakan kepada media setempat tidak mengunggah gambar yang dituding menghina Islam itu. Dia menyangka seseorang telah membajak akun Facebooknya. Polisi juga telah mengevakuasi ibu dan bibinya. Para saksi mengatakan kekacauan terlihat di desa-desa menjadi sasaran. Sebelas kuil terbuat dari kayu, dua di antaranya berusia tiga abad, rusak. "Toko-toko milik orang Buddha juga dijarah," ujar Sunil Banua, wartawan setempat di lokasi kerusuhan. Dia menggambarkan desa-desa diserang seperti habis dihantam topan.
Demonstran bakar lima kuil Buddha di Bangladesh
Sekitar 25 ribu warga muslim mengamuk karena foto menghina Alquran.
Advertisement
Rekomendasi